Riyadh, MINA – Hanya berselang sepekan setelah mengubah peta kawasan dengan pakta pertahanan ala NATO bersama Pakistan dan Turkiye, Arab Saudi kini mengincar kerjasama militer dengan Irak.
Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman bertemu langsung dengan panglima tertinggi militer Irak, Letnan Jenderal Abdul Amir Al-Shammari, Kamis (13/8), dalam upaya membangun poros kekuatan militer di Timur Tengah. Saudi Gazette melaporkan.
Turut hadir jajaran puncak militer Saudi seperti Kepala Intelijen Umum, Kepala Staf Umum, dan Panglima Pasukan Gabungan. Sementara dari Irak hadir Kepala Dinas Intelijen, Kepala Dinas Pemberantasan Terorisme, hingga Panglima Pertahanan Udara. Ini adalah pertemuan puncak yang melibatkan petinggi militer kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak meninjau hubungan Saudi-Irak di bidang militer dan pertahanan serta membahas perkembangan regional yang dinilai sangat krusial.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Pangeran Khalid menegaskan komitmennya melalui unggahan di X, “Irak akan tetap menjadi tetangga tercinta bagi kita, terikat dengan pemerintahan dan rakyatnya yang bersaudara melalui ikatan persaudaraan, solidaritas, dan saling dukung.”
Lebih dari itu, “Kerajaan akan selalu berdiri bersama Irak untuk mendukung keamanan dan stabilitasnya, serta pembangunan dan kemakmurannya, demi kepentingan Irak dan rakyatnya yang bersaudara,” tegas Pangeran Khalid.
Sebelumnya, Arab Saudi baru saja meneken pakta pertahanan bersama dengan Pakistan dan Turkiye yang menyatakan serangan terhadap salah satu negara akan dianggap serangan terhadap semua.
Kedua pejabat juga menegaskan pentingnya melanjutkan koordinasi dan kerja sama antara kedua negara untuk melayani kepentingan bersama dan mendukung keamanan serta stabilitas regional. []
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic