New York, MINA – Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour menyatakan pada Selasa (3/2), Jalur Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina yang diduduki dan milik rakyat Palestina.
“Gaza bukan sebidang tanah yang menggantung di udara untuk direbut siapa pun. Ia milik rakyatnya. Ia milik rakyat Palestina,” kata Mansour dalam sesi pembukaan Komite PBB untuk Pelaksanaan Hak-hak yang Tidak Dapat Dicabut dari Rakyat Palestina di Markas PBB, New York, Amerika Serikat.
Mansour menyambut baik gencatan senjata di Gaza dan mencatat kerja sama semua pihak terkait, termasuk AS, tetapi menekankan bahwa gencatan senjata tersebut harus bertahan lama.
“Gencatan senjata harus tidak rapuh. Israel tidak boleh terus membunuh rakyat kami sesuka hati di Jalur Gaza dan bagian lain wilayah Palestina yang diduduki,” katanya.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Ia menekankan pentingnya akses kemanusiaan. Bantuan kemanusiaan harus diizinkan mencapai seluruh penjuru Jalur Gaza dan pekerja kemanusiaan, termasuk PBB dan UNRWA, harus diizinkan terus menjalankan mandat dan tanggung jawab mereka.
“Kami ingin melihat awal penarikan pasukan Israel hingga sepenuhnya keluar dari Jalur Gaza,” ujarnya, menyambut baik peralihan ke fase kedua gencatan senjata yang ditandatangani akhir Oktober lalu.
Ia menegaskan kembali bahwa Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur dan Gaza merupakan satu kesatuan wilayah yang harus disatukan di bawah palestina/">Otoritas Palestina, serta menekankan bahwa Israel harus menarik diri sepenuhnya dan tanpa penundaan dari Jalur Gaza dengan menyebut hal ini penting bagi upaya stabilisasi internasional apa pun.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic