Teheran, MINA – Gelombang duka menyelimuti Iran setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei. Di tengah prosesi penghormatan terakhir yang dihadiri ribuan pelayat, sejumlah warga menyuarakan tekad untuk menuntut pertanggungjawaban Amerika Serikat (AS) atas kematian Khamenei.
Sejumlah warga yang diwawancarai media lokal menyatakan kemarahan mereka terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Mereka menilai kedua pemimpin tersebut harus bertanggung jawab atas eskalasi konflik yang berujung pada meninggalnya Khamenei. Pernyataan-pernyataan tersebut muncul di sela-sela prosesi berkabung nasional yang berlangsung di berbagai kota di Iran. Tasnim melaporkan, Selasa (7/7).
Prosesi pemakaman Ayatullah Ali Khamenei berlangsung dengan pengamanan ketat dan dihadiri para pejabat tinggi negara, tokoh agama, serta delegasi dari sejumlah negara sahabat.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional dan menggelar berbagai acara penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin yang memegang posisi tertinggi di negara itu selama lebih dari tiga dekade.
Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan akan menempuh langkah yang dianggap tepat untuk merespons serangan yang dituding menyebabkan wafatnya Khamenei.
Sejumlah pejabat Iran sebelumnya menyatakan bahwa respons negaranya akan dilakukan berdasarkan kepentingan nasional dan melalui keputusan lembaga-lembaga yang berwenang, tanpa merinci bentuk tindakan yang akan diambil.
Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus menjadi perhatian masyarakat internasional. Sejumlah negara menyerukan agar semua pihak menahan diri guna mencegah konflik meluas di kawasan Timur Tengah, mengingat setiap eskalasi berpotensi memengaruhi stabilitas regional, keamanan maritim, serta pasar energi global.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam dinamika politik Iran tahun ini. Selain membuka babak baru dalam kepemimpinan Republik Islam Iran, peristiwa tersebut juga diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan luar negeri Teheran serta hubungan negara itu dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara di kawasan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic