Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yordania Galang Negara-Negara Muslim Bahas Ancaman terhadap Masjid Al-Aqsa

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:03 WIB

32 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi (foto: IG)

Amman, MINA – Pemerintah Yordania mengumpulkan para menteri luar negeri dari sejumlah negara Arab dan Muslim dalam pertemuan darurat guna membahas meningkatnya ancaman terhadap status Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya aksi penerobosan pemukim Israel ke kompleks Al-Aqsa yang dinilai mengancam status quo historis dan berpotensi memicu konflik keagamaan yang lebih luas. Anadolu melaporkan, Rabu (5/8).

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan pertemuan tersebut bertujuan menyusun langkah diplomatik bersama untuk menghadapi kebijakan Israel di Yerusalem.

Menurutnya, tindakan provokatif yang terus berulang di kompleks Al-Aqsa tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam peran perwalian Hasyimiyah Yordania atas situs suci Islam tersebut yang telah diakui dalam berbagai perjanjian internasional.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Kekhawatiran Amman menguat setelah lebih dari 2.000 pemukim Israel dari kelompok sayap kanan, dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir, memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada 23 Juli lalu.

Aksi tersebut disertai pelaksanaan ritual keagamaan Yahudi di area yang menurut perjanjian status quo hanya diperbolehkan untuk ibadah umat Islam. Yordania menilai tindakan itu sebagai salah satu pelanggaran paling serius terhadap pengaturan yang telah berlaku selama puluhan tahun.

Pertemuan di Amman juga dihadiri sejumlah negara Muslim, termasuk Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Pakistan, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Türkiye.

Negara-negara tersebut sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam penyerbuan pemukim Israel ke kompleks Al-Aqsa serta menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur maupun tempat-tempat suci Islam dan Kristen di wilayah pendudukan.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Yordania selama ini memegang hak perwalian atas Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu melalui Departemen Wakaf Yerusalem. Peran tersebut diakui dalam Perjanjian Damai Israel–Yordania tahun 1994.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir berbagai organisasi Palestina dan lembaga internasional memperingatkan adanya upaya bertahap untuk mengubah status historis kompleks Al-Aqsa melalui pembatasan kewenangan Wakaf Islam dan meningkatnya intervensi aparat Israel di kawasan tersebut.

Pertemuan darurat yang digagas Yordania menunjukkan meningkatnya kekhawatiran dunia Islam terhadap masa depan Masjid Al-Aqsa.

Mereka berharap tekanan diplomatik kolektif dari negara-negara Muslim dapat mencegah perubahan status quo di situs suci tersebut serta menjaga stabilitas di Yerusalem, yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Palestina-Israel. []

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda