Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yordania Kecam Keras Penyerbuan Al-Aqsa, Sebut Israel Langgar Status Historis Yerusalem

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 1 Juni 2026 - 13:28 WIB

Senin, 1 Juni 2026 - 13:28 WIB

48 Views ㅤ

Penyerbuan pemukim ekstremis Yahudi di Masjid Al-Aqsa. (Foto: Palinfo)

Amman, MINA – Pemerintah Yordania melontarkan kecaman keras terhadap aksi pemukim ilegal Israel yang kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Ahad (31/5) dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Israel.

Amman menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap status historis dan hukum yang berlaku di salah satu situs suci umat Islam tersebut. Wafa melaporkan, Senin(1/6).

Kementerian Luar Negeri Yordania menyatakan bahwa masuknya para pemukim ke area Masjid Al-Aqsa sambil mengibarkan bendera Israel dan meneriakkan slogan-slogan provokatif merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

Juru bicara kementerian, Duta Besar Fuad Al-Majali, menegaskan bahwa aksi tersebut memperlihatkan upaya berulang untuk mengubah status quo yang selama ini mengatur pengelolaan tempat suci di Yerusalem.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Menurut Yordania, Israel sebagai kekuatan pendudukan tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur maupun tempat-tempat suci Islam dan Kristen yang berada di wilayah tersebut.

Amman juga memperingatkan bahwa berbagai pelanggaran yang terus terjadi di Al-Aqsa dapat memicu eskalasi lebih luas dan mengancam stabilitas kawasan yang saat ini sudah berada dalam kondisi sensitif akibat konflik yang berkepanjangan.

Penyerbuan terbaru ini menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, kelompok pemukim Israel juga beberapa kali memasuki kompleks Al-Aqsa dan melakukan ritual keagamaan di area yang selama ini menjadi titik sensitif dalam konflik Palestina-Israel.

Aksi tersebut berulang kali memicu kecaman dari negara-negara Arab dan organisasi Islam internasional.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan penting bagi umat Islam sebagai kiblat pertama dan situs tersuci ketiga setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Berdasarkan pengaturan yang telah berlangsung selama puluhan tahun, pengelolaan kompleks Al-Aqsa berada di bawah otoritas Wakaf Islam Yordania, sementara Israel menguasai akses keamanan di kawasan tersebut.

Namun, berbagai tindakan pemukim dan pembatasan yang dilakukan otoritas Israel kerap memicu ketegangan.

Yordania mendesak masyarakat internasional mengambil langkah tegas untuk menghentikan berbagai pelanggaran terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem.

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Pemerintah Yordania juga menyerukan agar Israel menghormati hukum internasional dan menghentikan seluruh tindakan sepihak yang dinilai dapat memperburuk situasi di Palestina, khususnya di Kota Suci Al-Quds yang terus menjadi pusat ketegangan politik dan keagamaan di kawasan Timur Tengah.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza

Rekomendasi untuk Anda