Jakarta, MINA – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra melaporkan perkembangan signifikan dalam pemulihan infrastruktur energi di wilayah terdampak. Hingga 4 Maret 2026, sebanyak 151 dari total 156 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdampak atau sekitar 97 persen telah kembali beroperasi.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa lima SPBU yang belum beroperasi masih terkendala akses jalan yang belum sepenuhnya pulih.
Ia menegaskan, pemulihan pasokan kebutuhan dasar menjadi indikator utama dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Menurutnya, ketersediaan listrik, bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), serta sarana komunikasi dan internet merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus segera dipastikan pulih.
“Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, seperti listrik, kemudian bahan bakar, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG), serta sarana komunikasi dan internet,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima, Rabu (4/3).
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Pernyataan tersebut disampaikan seiring perkembangan terkini operasional SPBU dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang sebelumnya terdampak bencana.
Satgas PRR menegaskan, ketersediaan energi menjadi salah satu prioritas utama dalam masa tanggap darurat dan transisi menuju rehabilitasi. Ketersediaan BBM dan LPG dinilai krusial untuk mendukung aktivitas masyarakat, distribusi logistik, layanan kesehatan, serta operasional fasilitas publik lainnya.
Untuk memperkuat pasokan BBM, disiapkan delapan SPBU alternatif yang mayoritas tersebar di wilayah Aceh Tengah. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar di tengah proses pemulihan infrastruktur.
Sementara itu, dari sektor gas, sebanyak 11 SPBE dan 131 agen LPG dilaporkan telah beroperasi seluruhnya. Hal ini menunjukkan distribusi LPG untuk kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha mikro telah kembali normal.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Satgas PRR menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan percepatan perbaikan akses menuju lima SPBU yang masih belum beroperasi, agar layanan energi dapat pulih sepenuhnya di seluruh wilayah terdampak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic