Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Baru Kolombia Buka Kembali Hubungan dengan Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 9 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Ahad, 9 Agustus 2026 - 13:34 WIB

39 Views ㅤ

Presiden Kolombia yang baru dilantik Abelardo de la Espriella (foto: x)

Bogota, MINA – Presiden baru Kolombia Abelardo de la Espriella membuka babak baru hubungan negaranya dengan Israel setelah lebih dari dua tahun hubungan diplomatik kedua negara terputus.

Pemerintahan baru Kolombia berkomitmen memulihkan hubungan yang diputus Presiden sebelumnya, Gustavo Petro, pada Mei 2024 terkait perang Israel di Gaza.

De la Espriella telah menyatakan keinginannya untuk memulihkan hubungan dengan Israel bahkan sebelum resmi menjabat. Pada Juni 2026, ia melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar dan menyatakan Colombia akan kembali menjadi mitra dekat Israel.

Ia juga telah berbicara dengan Presiden Israel Isaac Herzog mengenai pemulihan hubungan diplomatik kedua negara. Anadolu melaporkan, Ahad (9/8).

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Langkah tersebut berbanding terbalik dengan kebijakan Petro yang mengambil posisi keras terhadap Israel.

Pemerintah Petro secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik pada 1 Mei 2024 dan menyatakan keputusan tersebut berkaitan dengan situasi kemanusiaan di Gaza serta tuduhan pelanggaran hukum humaniter internasional oleh Israel.

Pemerintahan De la Espriella kini mulai menyiapkan agenda pemulihan hubungan tersebut. Salah satu langkah yang dibahas adalah pembentukan komisi ekonomi bilateral Kolombia-Israel serta rencana kunjungan resmi untuk memperkuat kembali kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

Perubahan kebijakan itu juga ditandai dengan pertemuan De la Espriella dengan Sa’ar menjelang pelantikannya.

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Pemerintah Israel menyambut rencana pemulihan hubungan tersebut, termasuk komitmen De la Espriella untuk memindahkan kedutaan Kolombia ke Yerusalem, sebuah langkah yang berpotensi menjadi perubahan signifikan dibanding kebijakan pemerintahan sebelumnya.

Pergantian pemerintahan Kolombia ini sekaligus menandai perubahan arah politik luar negeri negara tersebut. De la Espriella yang berasal dari kubu konservatif menggantikan Petro yang berhaluan kiri.

Pemulihan hubungan dengan Israel menjadi salah satu bagian dari agenda diplomatik pemerintahan baru, di tengah dinamika politik Amerika Latin dan konflik berkepanjangan di Gaza.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel

Rekomendasi untuk Anda

Pembukaan Kedutaan Besar di Yerusalem Barat (foto: Daily Times)
Palestina
Amerika
Amerika
Amerika