Jakarta, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bertambah. Hingga Senin (8/12) pukul 16.00 WIB, total korban meninggal mencapai 961 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan kembali menemukan 40 jenazah di sejumlah wilayah terdampak pada hari ini. Penambahan tersebut membuat angka korban meninggal yang sebelumnya dilaporkan dalam rapat terbatas pada Ahad (7/12) meningkat signifikan.
“Tim pencarian dan pertolongan yang dipimpin Basarnas dan didukung tim gabungan berhasil menemukan 40 jenazah,” kata Muhari dalam keterangan pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB.
Ia merinci, tambahan korban meninggal di Aceh mencapai 23 jiwa, meningkat dari 366 menjadi 389 jiwa. Di Sumatra Utara, jumlah korban meninggal bertambah 9 jiwa, dari 329 menjadi 338 jiwa. Sementara di Sumatra Barat, penambahan 8 korban membuat total korban meninggal naik dari 226 menjadi 234 jiwa.
Sebelumnya, BNPB mencatat total korban meninggal dunia pada Ahad (7/12) sebanyak 921 orang, sementara korban hilang mencapai 392 orang. Adapun jumlah pengungsi di tiga provinsi tersebut kini mencapai 975.000 jiwa.
Proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan di lapangan. Tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat akibat akses menuju lokasi yang terputus serta kondisi cuaca yang tidak menentu. BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mengikuti arahan pemerintah setempat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
















Mina Indonesia
Mina Arabic