Nagekeo, MINA – Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda wilayah Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kobaran api yang melahap kawasan sabana dilaporkan telah menghanguskan ratusan hektare lahan.
Sementara itu, upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas bersama masyarakat untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman maupun area konservasi.
Pantauan media hingga Ahad pagi (28/6), kebakaran terjadi di kawasan padang sabana yang didominasi rerumputan kering, sehingga api dengan cepat menjalar akibat tiupan angin dan kondisi cuaca yang panas.
Medan yang berbukit serta sulit dijangkau kendaraan pemadam turut menjadi kendala dalam proses penanganan di lapangan, sehingga petugas harus melakukan pemadaman secara manual di sejumlah titik api.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi mengering dinilai menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api.
Aparat mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan sabana.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, memasuki periode musim kemarau yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara dan berkurangnya curah hujan.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan padang rumput yang mudah terbakar.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Selain menghanguskan vegetasi, kebakaran sabana juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem, mengurangi ketersediaan pakan ternak, serta mengancam habitat satwa liar yang hidup di kawasan tersebut.
Jika tidak segera dikendalikan, kebakaran dapat menimbulkan kerugian ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada sektor peternakan dan pertanian.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan unsur relawan terus meningkatkan patroli serta pemantauan di wilayah rawan kebakaran. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic