Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Utusan AS Sebut Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Dimulai Awal Januari

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 26 Desember 2025 - 16:54 WIB

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:54 WIB

5 Views

Utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff. (Foto: X/@GamaVoice)

Washington, MINA – Media Israel Channel 13 melaporkan, Amerika Serikat telah memberi tahu Israel dan para mediator bahwa fase kedua kesepakatan gencatan senjata di Gaza akan dimulai pada awal Januari 2026. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.

Menurut laporan Channel 13 yang dikutip Jumat (26/12), seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Witkoff telah mengonfirmasi dimulainya fase kedua kesepakatan tersebut kepada Israel serta pihak-pihak mediator.

Kesepakatan gencatan senjata ini merupakan bagian dari rencana yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

Namun demikian, Israel dilaporkan khawatir bahwa Presiden Trump akan mendorong pelaksanaan fase kedua tanpa adanya pelucutan senjata di Gaza.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Kekhawatiran ini muncul di tengah perbedaan pandangan terkait syarat dan implementasi lanjutan dari kesepakatan tersebut.

Israel dan Hamas sebelumnya mencapai kesepakatan gencatan senjata dua fase pada 9 Oktober melalui mediasi Mesir, Qatar, dan Turki, dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat.

Kesepakatan itu didasarkan pada rencana 20 poin yang diajukan Presiden Trump sebagai upaya menghentikan konflik bersenjata di Jalur Gaza.

Fase pertama gencatan senjata mulai berlaku sehari setelah kesepakatan dicapai. Namun, pelaksanaannya dinilai bermasalah. Israel disebut telah melanggar kesepakatan tersebut ratusan kali dan tidak sepenuhnya menjalankan ketentuan yang disepakati, terutama yang berkaitan dengan aspek kemanusiaan dan masuknya bantuan ke Gaza, meski Hamas diklaim telah mematuhi perjanjian.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Akibat pelanggaran tersebut, lebih dari 400 warga Palestina dilaporkan tewas, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Selain itu, Israel juga menunda transisi ke fase kedua dengan alasan masih ditahannya jasad salah satu tentaranya di Gaza.

Sementara itu, faksi-faksi Palestina menyatakan bahwa pencarian terhadap jasad tentara Israel tersebut masih terus dilakukan di tengah kehancuran besar yang ditimbulkan oleh ofensif militer Israel di wilayah Gaza.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda