Hebron, MINA – Otoritas penjajah Israel mengambil langkah eskalasi baru yang menargetkan Masjid Ibrahimi di kota al-Khalil (Hebron), Tepi Barat selatan yang diduduki.
Menteri Perang Israel Israel Katz memutuskan untuk mencabut kewenangan perencanaan dan pembangunan dari kotamadya Palestina al-Khalil di situs tersebut dan menyerahkannya ke Administrasi Sipil Israel.
Menurut Channel 14 Israel yang dikutip, Jumat (2/1), keputusan ini menghapus seluruh kewenangan perencanaan kotamadya di dalam Masjid Ibrahimi dan membuka jalan untuk melaksanakan proyek pemasangan struktur atap di dalam kompleks.
Langkah ini merupakan bagian dari apa yang digambarkan warga Palestina sebagai rencana yahudisasi yang bertujuan mengubah karakter sejarah dan agama masjid.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Secara paralel, Dewan Perencanaan dan Pembangunan Tinggi Administrasi Sipil Israel menyetujui dimulainya prosedur perizinan untuk proyek atap tersebut. Langkah ini dipandang luas sebagai pelanggaran nyata terhadap status quo yang telah lama berlaku dan hukum internasional yang melarang perubahan pada situs agama di wilayah pendudukan.
Kepala dewan permukiman Kiryat Arba Yisrael Bramson menyambut keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai puncak dari upaya bertahun-tahun untuk mencabut wewenang agama dan administratif kotamadya al-Khalil dan menerapkan kendali penuh Israel atas Masjid Ibrahimi.
Keputusan ini muncul di tengah intensifikasi langkah-langkah Israel di al-Khalil, di mana pasukan pendudukan Israel dan para pemukim meningkatkan serangan dalam beberapa pekan terakhir. Ini mencakup serangan berulang ke Kota Tua, pos-pos pemeriksaan militer yang lebih ketat, penutupan jalan, dan pembatasan berulang yang mencegah jamaah Palestina mengakses Masjid Ibrahimi.
Kota ini juga menyaksikan peningkatan serangan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka, disertai penggerebekan rumah dan penangkapan sewenang-wenang, sebagai bagian dari apa yang digambarkan pejabat lokal sebagai kebijakan sistematis untuk mengusir warga Palestina dan memperkuat kendali permukiman atas jantung kota al-Khalil dan sekitar Masjid Ibrahimi.[]
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic