BULAN Ramadhan adalah tamu agung yang selalu dinanti kaum beriman. Ia datang membawa cahaya, keberkahan, serta peluang besar untuk meraih ampunan Allah SWT.
Di bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Karena itu, setiap Muslim sepatutnya menyambutnya dengan ilmu dan amal terbaik.
Salah satu ibadah yang sangat khas di bulan Ramadhan adalah Shalat Tarawih, shalat malam yang dikerjakan setelah Isya. Tarawih menjadi simbol semangat umat Islam dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan qiyam, doa, dan tilawah. Para ulama sejak dahulu mencontohkan bacaan niat dan doa-doa yang penuh makna dalam ibadah ini.
Banyak umat bertanya, “Bagaimana bacaan niat Tarawih? Apa doa setelahnya yang diajarkan para ulama?” Pertanyaan ini penting, sebab ibadah yang benar lahir dari pemahaman yang benar. Maka artikel ini akan memaparkan bacaan niat dan doa Tarawih yang dinukil dari kitab-kitab ulama mu’tabar.
Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global
Niat shalat Tarawih
Menurut ulama Syafi’iyyah dibaca dalam hati, namun boleh dilafalkan untuk membantu kekhusyukan. Bacaan niat yang masyhur adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina
”Bacaan ini disebutkan dalam kitab I’ānatuṭ Ṭālibīn karya Syekh Abu Bakar Syatha (juz 1, bab Shalat Sunnah Ramadhan).
Jika shalat Tarawih dilakukan berjamaah, maka ditambahkan niat menjadi makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى مَأْمُومًا
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala sebagai makmum.”
Ini juga dinukil dalam Tuhfatul Muhtaj karya Ibnu Hajar al-Haitami, dalam pembahasan qiyam Ramadhan.
Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi
Setelah selesai shalat Tarawih, para ulama menganjurkan memperbanyak doa. Salah satu doa yang masyhur dibaca adalah:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عُتَقَائِكَ مِنَ النَّارِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau bebaskan dari neraka di bulan Ramadhan.”
Doa ini disebutkan oleh Imam as-Suyuthi dalam Al-Jāmi‘ ash-Shaghīr sebagai doa yang dianjurkan di bulan Ramadhan.
Doa lain yang sering dibaca para ulama setelah Tarawih adalah permohonan ampunan dan rahmat:
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang Mengikat Hati Orang Beriman
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku.”
Doa ini adalah hadits shahih riwayat Imam at-Tirmidzi, dan disebutkan pula dalam kitab Riyāḍuṣ Ṣāliḥīn karya Imam an-Nawawi.
Selain itu, sebagian ulama juga menukil doa khusyuk setelah shalat malam Ramadhan:
سُبْحَانَ ذِي الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوتِ، سُبْحَانَ ذِي الْعِزَّةِ وَالْعَظَمَةِ
Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina
“Maha Suci Dzat yang memiliki kerajaan dunia dan akhirat, Maha Suci Dzat yang memiliki kemuliaan dan keagungan.”
Bacaan ini dinukil dalam kitab Al-Adzkār, karya Imam an-Nawawi dalam bab dzikir setelah shalat sunnah malam.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang menghidupkan hati. Tarawih menjadi jalan untuk mendekat kepada Allah, menenangkan jiwa, dan memperbanyak sujud.
Dengan memahami niat dan doa-doa yang dicontohkan para ulama, ibadah kita akan semakin bermakna dan sesuai tuntunan.
Maka marilah kita sambut Ramadhan dengan kesiapan ilmu dan amal. Jadikan shalat Tarawih sebagai momentum memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbanyak doa, dan mengharap ampunan-Nya. Semoga kita termasuk hamba yang diampuni, dibebaskan dari api neraka, dan keluar dari Ramadhan dalam keadaan suci dan bertakwa. Allahumma ballighna Ramadhan. []
Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic