Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para Mantan Kapten Kriket Desak Pemerintah Pakistan Beri Perawatan Medis Layak bagi Imran Khan

Rudi Hendrik Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 19 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:43 WIB

3 Views ㅤ

Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. (Gambar: dok. Sky Sport)

Islamabad, MINA – Sebanyak 14 mantan kapten kriket internasional mendesak pemerintah Pakistan untuk memberi perawatan medis yang lebih baik bagi Imran Khan, mantan pemain kriket yang beralih menjadi politisi.

Dilansir dari Arab News, dalam surat kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif, 14 mantan kapten, termasuk Sunil Gavaskar dan Kapil Dev dari India, menyerukan agar Khan yang sedang dipenjara, diperlakukan dengan “martabat dan pertimbangan kemanusiaan dasar.”

Mereka menyatakan keprihatinan tentang laporan bahwa penglihatan di mata kanan Khan memburuk selama penahanan.

“Laporan terbaru mengenai kesehatannya — khususnya memburuknya penglihatannya yang mengkhawatirkan selama dalam tahanan — dan kondisi penahanannya selama dua setengah tahun terakhir telah menyebabkan kami sangat prihatin,” tulis para pemain kriket tersebut, Rabu (18/2).

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Tidak ada tanggapan resmi langsung dari pemerintah Islamabad, tetapi pihak berwenang mengatakan bahwa Khan mendapatkan fasilitas yang lebih baik di penjara, sebuah klaim yang didukung oleh pengacara Khan, Salman Safdar, yang baru-baru ini bertemu dengannya.

Sekutu politik Khan dan anggota parlemen dari partai oposisi Pakistan Tehreek-e-Insaf pada Rabu mengakhiri aksi duduk berhari-hari di luar parlemen, setelah dokter melaporkan pemulihan yang signifikan pada mata kanannya dan tidak ada masalah dengan mata kirinya.

Khan, 73 tahun, memimpin Pakistan ke Piala Dunia Kriket 1992 dan kemudian menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 2018 hingga penggulingannya pada 2022. Ia telah dipenjara sejak tahun 2023 setelah dinyatakan bersalah atas korupsi dan pelanggaran lainnya.

Khan, yang telah menghadapi beberapa persidangan sejak saat itu, mengatakan bahwa semua tuduhan terhadapnya bermotivasi politik.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Kekhawatiran tentang kesehatan Khan meningkat pada akhir Januari setelah ia dibawa ke rumah sakit untuk perawatan mata. Safdar, pengacaranya, mengatakan pada pekan lalu bahwa Khan telah kehilangan sekitar 85 persen penglihatan di mata kanannya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Rekomendasi untuk Anda