Lombok, MINA – Di balik megahnya Ka’bah di Makkah dan indahnya kubah Nabawi di Madinah, tersimpan sebuah ikatan spiritual yang kokoh dengan Masjidil Aqsa di Palestina.
Duta Al-Quds Internasional, Ali Farkhan Tsani menegaskan bahwa Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa bukanlah bangunan fisik yang berdiri sendiri, melainkan tiga tempat suci yang saling terkait erat dalam bingkai akidah Islam.
“Ketiganya adalah masjid-masjid yang Allah muliakan. Pahala shalat di dalamnya berlipat ganda, menjadi tempat ibadah kerinduan setiap muslim,” ujar Ali Farkhan dalam Tausiyah Subuh di Masjid Baital Atiq, Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (25/2).
Da’i yang juga menjabat sebagai redaktur senior Kantor Berita MINA tersebut mengajak jamaah untuk merenungkan makna ketersambungan tiga masjid suci tersebut. Ia menukil Surat Ali Imran ayat pertama sebagai penguat hubungan istimewa antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
“Lihatlah Masjidil Haram, setiap tahun dibanjiri jutaan jamaah haji dan umrah. Sementara saudara kita di Masjidil Aqsa belum dapat menikmati kemerdekaan beribadah sebebas itu, karena masih terbelenggu penjajahan Zionis. Di sinilah letak tanggung jawab kita,” jelasnya di hadapan ratusan jamaah yang hadir dengan khusyuk.
“Kewajiban kita semua untuk membebaskannya, agar kita dapat kembali berjamaah dan memakmurkan masjid tercinta itu,” imbuhnya.
Dalam tausiyahnya, Ali Farkhan memaparkan peran masing-masing masjid sebagai pusat cahaya Islam, yaitu Masjidil Haram sesuai surat Ali Imran ayat 96 sebagai pusat petunjuk dan kiblat pertama yang menyatukan umat, Masjid Nabawi sesuai surat Al-Anbiya: 107 sebagai pusat penyebaran dakwah yang membawa rahmat bagi seluruh alam, dan Masjidil Aqsa sesuai surat Al-Isra ayat 1 dan Al-Anbiya ayat 71 sebagai pusat keberkahan bagi seluruh alam.
Lebih jauh, ia mengisahkan heroisme rakyat Palestina yang gigih mempertahankan Al-Aqsa dan tanah airnya. Deretan nama-nama syuhada menjadi saksi bisu pengorbanan mereka di jalan kebenaran. Dengan semangat ukhuwah, Duta Al-Quds itu mengajak seluruh jamaah untuk tak henti-hentinya mengulurkan dukungan, baik melalui doa yang tulus, kekuatan moral, hingga bantuan material.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
“Secara logika dunia, mungkin Palestina saat ini terkurung kekuatan besar, apalagi dengan manuver ‘Board of Peace’ bentukan Amerika Serikat. Tapi yakinlah, pertolongan Allah tidak pernah terlambat. Perjuangan kebenaran pasti akan menang. Itu adalah janji Allah yang tertuang dalam rangkaian awal Surat Al-Isra,” pungkasnya, menyalakan api semangat kepada para jamaah.
Pada sesi akhir tausiyah Subuh, Ali Farkhan menyerahkan hadiah buku “Masjidil Aqsha Tanggung Jawa seluruh Umat Islam” kepada Pengurus DKM Baital Atiq.
Ia juga memaparkan lembaga kemanusiaan Mameuna Center Indonesia, sayap Perempuan Aqsa Working Group (AWG) sedang dalam tahapan untuk membangun Rumah sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Jalur Gaza. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka
















Mina Indonesia
Mina Arabic