Jakarta, MINA — Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap dibuka untuk pelayaran internasional meskipun situasi keamanan di kawasan Timur Tengah sedang memanas akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Boroujerdi mengatakan baru-baru ini, Iran tidak menutup jalur pelayaran strategis tersebut. Menurutnya, otoritas Iran hanya menerapkan protokol keamanan khusus yang biasanya diberlakukan dalam kondisi perang guna menjaga keselamatan navigasi di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan kapal-kapal yang mematuhi aturan dan prosedur keamanan yang ditetapkan tetap dapat melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan. Iran, kata dia, selama ini berperan menjaga stabilitas dan keamanan jalur pelayaran yang menjadi salah satu rute energi paling penting di dunia.
Boroujerdi juga menyinggung meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang menurutnya dipicu oleh kehadiran Amerika Serikat di wilayah tersebut. Ia menyatakan kekhawatiran tentang kemungkinan penutupan Selat Hormuz seharusnya diarahkan kepada pihak-pihak yang memperkeruh situasi keamanan regional.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka
Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Perairan sempit ini dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, sehingga setiap gangguan terhadap jalur tersebut dapat memicu gejolak besar pada pasar energi global dan rantai pasok internasional.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu yang memicu aksi balasan dari Teheran.
Situasi ini membuat komunitas internasional khawatir terhadap keamanan jalur pelayaran di Teluk Persia, termasuk Selat Hormuz yang menjadi nadi distribusi energi dunia. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
















Mina Indonesia
Mina Arabic