Tel Aviv, MINA – Efektivitas sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome dan Arrow, kini menjadi sorotan tajam dunia internasional setelah rentetan rudal balistik Iran dilaporkan berhasil menembus barikade langit tersebut.
Kegagalan ini memicu keraguan mendalam mengenai klaim kecanggihan teknologi militer Tel Aviv yang selama ini dianggap tak tertembus, terutama setelah sejumlah video amatir menunjukkan hantaman langsung di beberapa titik strategis wilayah pendudukan. Anadolu melaporkan, Senin (23/3).
Analisis militer menunjukkan bahwa Iran menggunakan taktik serangan jenuh (saturation attack) dengan meluncurkan ratusan proyektil secara simultan untuk melumpuhkan sensor radar Israel.
Keberhasilan rudal-rudal Teheran menjangkau target-target vital, termasuk pangkalan udara Nevatim, menjadi bukti nyata adanya celah signifikan dalam arsitektur pertahanan udara berlapis yang selama ini disokong penuh oleh Amerika Serikat. Hal ini memaksa para pakar militer untuk meninjau kembali keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Tiga Warga Gaza Syahid Akibat Serangan Israel
Beberapa laporan teknis menyebutkan bahwa rudal hipersonik terbaru milik Iran memiliki kemampuan manuver yang sulit dicegat oleh sistem pencegat konvensional.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya biaya operasional setiap rudal pencegat Israel yang mencapai jutaan dolar, berbanding terbalik dengan biaya produksi rudal penyerang Iran yang jauh lebih murah.
Ketidakseimbangan ekonomi perang ini dinilai dapat menguras stok amunisi pertahanan Israel jika konflik berkepanjangan terus terjadi tanpa adanya gencatan senjata permanen.
Di sisi lain, kegagalan sistem pertahanan ini memberikan dampak psikologis yang besar bagi warga di wilayah pendudukan. Rasa aman yang selama ini dijanjikan oleh otoritas militer Israel mulai luntur seiring dengan suara ledakan yang terdengar jelas di kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Haifa.
Baca Juga: Hamas Kecam Ben Gvir Pimpin Pembongkaran Bangunan Palestina di Al-Quds
Situasi ini menunjukkan bahwa superioritas udara tidak lagi menjadi jaminan mutlak dalam menghadapi ancaman rudal jarak jauh yang terus berkembang pesat secara teknologi di pihak lawan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lakukan 26 Serbuan ke Al-Aqsa Sepanjang September
















Mina Indonesia
Mina Arabic