Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Ajak Negeri-Negeri Arab Bentuk Aliansi Militer Berlandaskan Nilai Al-Qur’an

Redaksi Editor : Arif R - Rabu, 25 Maret 2026 - 18:23 WIB

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:23 WIB

18 Views ㅤ

Bendera negara-negara Islam anggota OKI. (FOTO: DOK.MINA)

Teheran, MINA — Iran pada Rabu (25/3) mengusulkan pembentukan sebuah aliansi keamanan dan militer di kawasan Timur Tengah yang tidak melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Teheran menilai bahwa stabilitas kawasan seharusnya dijaga oleh negara-negara regional tanpa campur tangan kekuatan luar.

Juru bicara Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, dalam pesan video yang rilis Anadolu ditujukan kepada negara-negara Arab dan Islam, menegaskan bahwa sudah saatnya membangun sistem keamanan kolektif yang mandiri. Ia menekankan bahwa kehadiran AS dan Israel tidak diperlukan dalam menjaga keamanan Timur Tengah.

Zolfaghari juga menggambarkan konflik yang melibatkan AS dan Israel sebagai fase baru, dengan Iran berada di garis depan dalam membela dunia Islam. Ia menyerukan pentingnya persatuan negara-negara Muslim serta mengurangi ketergantungan pada kekuatan eksternal, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam membangun sistem keamanan bersama.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Menurutnya, kerja sama tersebut harus mengarah pada pembentukan perjanjian keamanan kolektif yang berakar pada nilai-nilai Islam sebagai fondasi yang kuat.

Namun, seruan Iran ini mendapat respons kritis dari pihak lain di kawasan. Pekan sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menyatakan bahwa Iran keliru jika menganggap negara-negara Teluk tidak mampu merespons tindakannya.

Ia menilai bahwa langkah Iran justru akan memperdalam isolasi internasionalnya. Faisal juga menuding Teheran telah berulang kali melanggar prinsip hubungan bertetangga yang baik serta melakukan serangan terhadap wilayah negara-negara Teluk.

Lebih lanjut, ia menyebut Iran menjalankan kebijakan tekanan untuk mencapai kepentingannya. Negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), menurutnya, kini tengah meningkatkan koordinasi untuk menghadapi ancaman tersebut, termasuk dugaan serangan terhadap fasilitas sipil di kawasan pada awal konflik. []

Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Amerika