Gaza, MINA – Duka mendalam menyelimuti keluarga palestina/">jurnalis Palestina Yahya Sobeih setelah ia gugur pada Jumat (8/5) akibat serangan Israel di Gaza, hanya beberapa jam setelah menyambut kelahiran putri ketiganya.
Kisah tragis itu kembali menggambarkan beratnya kehidupan warga Gaza, termasuk para jurnalis yang terus bekerja di tengah perang berkepanjangan. Safa News Agency melaporkan.
Yahya sempat menghabiskan waktu bersama istri dan bayi perempuannya yang diberi nama Sana. Ia bahkan mengumandangkan azan di telinga sang bayi dan membagikan kebahagiaan keluarga tersebut kepada kerabatnya. Namun, sekitar lima jam kemudian, Yahya tewas dalam serangan udara Israel saat berada di Gaza City.
Kematian Yahya menambah panjang daftar palestina/">jurnalis Palestina yang gugur selama perang di Gaza. Berbagai organisasi kebebasan pers internasional sebelumnya telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran terhadap tingginya jumlah korban dari kalangan pekerja media dalam konflik tersebut.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Tiga Warga Gaza Syahid Akibat Serangan Israel
Sejumlah lembaga pemantau menyebut perang Gaza menjadi salah satu konflik paling mematikan bagi jurnalis dalam sejarah modern.
Di tengah situasi itu, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Organisasi Doctors Without Borders (MSF) baru-baru ini memperingatkan meningkatnya kasus malnutrisi pada anak-anak dan perempuan hamil akibat pembatasan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Krisis pangan, kehancuran fasilitas kesehatan, dan serangan yang terus berlangsung membuat warga Gaza hidup dalam situasi yang semakin sulit.
Yahya dikenal sebagai salah satu jurnalis lokal yang aktif mendokumentasikan kehidupan warga Gaza selama perang. Rekan-rekannya menyebut ia sering berada dekat dengan masyarakat dan berusaha menampilkan sisi kemanusiaan warga Palestina di tengah kehancuran akibat agresi.
Baca Juga: Hamas Kecam Ben Gvir Pimpin Pembongkaran Bangunan Palestina di Al-Quds
Kehadirannya menjadi bagian penting dari upaya menyampaikan kondisi Gaza kepada dunia internasional saat akses jurnalis asing ke wilayah itu sangat terbatas.
Kisah Yahya Sobeih mencerminkan realitas pahit yang dihadapi rakyat Palestina, ketika momen kebahagiaan keluarga dapat berubah menjadi duka dalam hitungan jam akibat perang.
Di sisi lain, kematian para jurnalis di Gaza terus memicu seruan internasional agar perlindungan terhadap pekerja media dan warga sipil ditegakkan sesuai hukum humaniter internasional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lakukan 26 Serbuan ke Al-Aqsa Sepanjang September
















Mina Indonesia
Mina Arabic