Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Model Masjid Tertua Australia Resmi Diluncurkan di Kuala Lumpur

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:44 WIB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:44 WIB

40 Views ㅤ

Kolaborasi Komisi Tinggi Australia di Malaysia, bersama dengan Museum Seni Islam Malaysia. (Sinar Daily)

Kuala Lumpur, MINA – Kekayaan sejarah Islam Australia dan identitas multikulturalnya mendapat sorotan di Kuala Lumpur melalui peluncuran model arsitektur detail dari Masjid Kota Adelaide yang bersejarah.

Model ini bukan sekadar replika bangunan, melainkan simbol persahabatan, pertukaran budaya, dan hubungan antarmasyarakat yang telah tumbuh selama beberapa dekade antara Australia dan Malaysia. dikutip dari Sinar Daily, Sabtu (16/5).

Komisi Tinggi Australia di Malaysia, bersama dengan Museum Seni Islam Malaysia, secara resmi meluncurkan model ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman budaya dan menampilkan warisan Islam Australia yang telah lama mengakar di negeri Kanguru tersebut.

Upacara peluncuran dihadiri oleh Komisaris Tinggi Australia untuk Malaysia, Danielle Heinecke, serta Shadi Alsuleiman, Presiden Dewan Imam Nasional Australia sekaligus pendiri Aliansi Muslim Australia.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Dalam sambutannya, Heinecke menyampaikan bahwa peresmian ini merupakan cerminan penting dari identitas multikultural dan keragaman sejarah Australia.

“Peresmian hari ini adalah representasi kuat dari warisan Australia yang kaya dan identitas multikultural. Ini menggarisbawahi ikatan antarmasyarakat yang kuat antara Australia dan Malaysia, mencerminkan kontribusi yang telah diberikan komunitas Muslim kepada Australia, serta berfungsi sebagai jembatan untuk pemahaman budaya yang lebih dalam antara negara kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Untuk tujuan ini, kami senang dapat bermitra dengan Museum Seni Islam Malaysia, yang merupakan contoh lain dari hubungan kelembagaan bilateral kami dan apresiasi bersama terhadap budaya serta tradisi agama kami yang beragam.”

Masjid Tertua di Australia

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Didirikan pada tahun 1888 oleh para penggembala unta dari Afghanistan, Masjid Kota Adelaide diakui sebagai tempat ibadah Muslim tertua yang masih ada di Australia hingga saat ini.

Lebih dari satu abad berlalu, masjid ini tetap berdiri kokoh sebagai simbol penting sejarah Islam di negara tersebut, sebuah bukti bahwa Islam telah hadir di Australia jauh sebelum banyak orang menyadarinya.

Model masjid bersejarah ini kini akan menjadi bagian dari koleksi permanen di Museum Seni Islam Malaysia, bergabung dengan model-model arsitektur landmark Islam lainnya dari seluruh dunia.

Pengunjung museum kini dapat menyaksikan keindahan arsitektur masjid tertua Australia tanpa harus menyeberangi samudra.

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Salah satu aspek paling menarik dari proyek ini adalah tantangan yang dihadapi para desainer. Karena tidak ditemukannya rencana arsitektur asli untuk masjid bersejarah tersebut, desainer asal Malaysia, Technibuilt, melakukan perjalanan ke Adelaide pada tahun 2025 untuk melakukan survei terperinci dan menghasilkan gambar arsitektur yang diperbarui.

Survei yang telah selesai kemudian diserahkan kepada panitia pengelola masjid sebagai ungkapan apresiasi atas dukungan masyarakat selama proses dokumentasi. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana ketiadaan dokumen tidak menghalangi niat baik untuk melestarikan warisan.

Sambutan Museum Seni Islam Malaysia

Syed Mohamad Albukhary, Direktur Museum Seni Islam Malaysia, menyatakan bahwa pihak museum menyambut baik kontribusi tersebut sebagai bagian dari komitmen yang lebih luas untuk mempromosikan apresiasi lintas budaya melalui warisan Islam.

Baca Juga: Arab Saudi akan Regularkan Status Tinggal Warga Negara Ilegal Yaman

“Kami dengan senang hati menerima model Masjid Adelaide dari Komisi Tinggi Australia sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk melestarikan dan mempromosikan apresiasi lintas budaya melalui seni dan warisan Islam. Model ini mencerminkan nilai-nilai bersama tentang iman, komunitas, dan pemahaman multikultural, menunjukkan bagaimana sejarah dan budaya Islam terus memainkan peran yang bermakna dalam masyarakat kontemporer, termasuk Australia dan Malaysia,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Imam Shadi Alsuleiman juga menyampaikan kuliah umum di mana ia berbicara tentang pengalamannya sebagai seorang Muslim yang tinggal di Australia serta peran masjid yang terus berkembang dalam memupuk keterbukaan, pendidikan, dan keterlibatan masyarakat.

“Masjid Kota Adelaide mewakili lebih dari sekadar tempat ibadah. Masjid ini menunjukkan bagaimana iman, dialog, dan pelayanan dapat bersatu untuk membangun komunitas yang inklusif dan memperdalam pemahaman dalam masyarakat yang beragam. Masjid ini juga menyoroti bagaimana masjid modern dapat berfungsi sebagai ruang untuk iman, pendidikan, dan koneksi komunitas,” katanya.

Pesan ini relevan tidak hanya untuk Australia, tetapi juga untuk masyarakat Muslim di seluruh dunia, termasuk Malaysia dan Indonesia, yang tengah berupaya menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, bukan sekadar bangunan ibadah.

Baca Juga: Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah Dimulai Akhir 2026

70 Tahun Hubungan Diplomatik

Peluncuran model ini dilakukan bertepatan dengan peringatan 70 tahun kehadiran diplomatik Australia di Malaysia pada tahun 2025, sekaligus memperingati puluhan tahun kerja sama bilateral dan persahabatan antara kedua negara.

Australia dan Malaysia terus mempertahankan hubungan erat di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pertahanan, perdagangan, investasi, dan diplomasi budaya. Model Masjid Kota Adelaide menjadi simbol lain dari nilai-nilai bersama, inklusivitas, dan rasa saling menghormati antara kedua negara.

Begitulah, Masjid Kota Adelaide mungkin berdiri di tanah Australia, tetapi kisahnya kini juga bersemayam di jantung Kuala Lumpur. Melalui model arsitektur yang diluncurkan dengan penuh khidmat ini, warisan Islam Australia tidak lagi terbatas oleh jarak geografis. Ia menjadi jembatan yang menghubungkan dua bangsa, dua budaya, dan dua sejarah yang berbeda, namun disatukan oleh nilai-nilai luhur yang sama. []

Baca Juga: Menteri Mansour: Pertumpahan Darah yang Tidak Beralasan Dilarang, Baik Afghanistan Maupun Pakistan

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Dunia Islam
Dunia Islam
Internasional
Internasional