Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maskapai American Airlines Hentikan Penerbangan ke Israel hingga 2027

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 18 Mei 2026 - 10:14 WIB

Senin, 18 Mei 2026 - 10:14 WIB

36 Views ㅤ

Bandara Ben Gurion [Foto: MEMO]

Tel Aviv, MINA – Maskapai penerbangan Amerika Serikat, American Airlines memutuskan menghentikan seluruh penerbangan langsung menuju Israel hingga awal tahun 2027 akibat memburuknya situasi keamanan dan krisis penerbangan di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.

Keputusan tersebut membuat rute penerbangan New York–Tel Aviv tetap ditutup sampai 6 Januari 2027. Pihak maskapai menyatakan penangguhan dilakukan demi keselamatan penumpang dan awak pesawat di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Krisis di Bandara Ben Gurion semakin parah setelah perang antara Israel dan Iran memicu ancaman serangan rudal dan drone ke wilayah Israel. Dalam beberapa insiden sebelumnya, serangan rudal dilaporkan sempat merusak sejumlah pesawat di area bandara sehingga aktivitas penerbangan internasional terganggu.

Tidak hanya American Airlines, sejumlah maskapai internasional lain juga mulai mengurangi bahkan menghentikan sementara penerbangan ke Israel. Kondisi itu membuat penumpang internasional kini lebih bergantung pada maskapai lokal Israel seperti El Al dan Arkia untuk penerbangan langsung dari dan menuju Tel Aviv.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Situasi keamanan kawasan juga berdampak pada industri penerbangan global. Ketegangan di Timur Tengah menyebabkan harga bahan bakar pesawat meningkat tajam sehingga sejumlah maskapai dunia mulai mengurangi jadwal penerbangan untuk menekan biaya operasional.

Penutupan rute internasional menuju Israel dalam jangka panjang menunjukkan besarnya dampak konflik regional terhadap sektor transportasi udara. Selain memengaruhi mobilitas warga dan wisatawan, kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk tekanan ekonomi Israel yang sebelumnya sudah terdampak perang berkepanjangan di Gaza, Lebanon, dan konflik dengan Iran. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Internasional