Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jelang Idul Adha Pasar Pakaian di Gaza Sepi Pembeli

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 24 Mei 2026 - 21:19 WIB

Ahad, 24 Mei 2026 - 21:19 WIB

36 Views

Pedagang pakaian di Jalur Gaza di masa perang genosida. (Foto: Majdi Fathi/The Electronic Intifada)

Gaza, MINA – Perayaan Idul Adha tahun ini terasa sangat berbeda bagi warga Gaza. Pasar-pasar yang biasanya ramai sejak beberapa pekan sebelum hari raya kini tampak sepi.

Agresi militer Zionis Israel yang terus berlangsung serta blokade yang semakin ketat telah membuat sebagian besar keluarga lebih memilih memenuhi kebutuhan dasar daripada membeli pakaian baru untuk anak-anak mereka.

Seperti dikutip dari Palinfo, Ahad (24/5), di pasar, para pedagang hanya bisa berdiri di depan dagangan mereka, menunggu pembeli yang nyaris tak datang. Bagi banyak keluarga, pakaian Idul Adha bukan lagi prioritas. Perang telah menguras habis tabungan mereka, dan uang yang ada hanya cukup untuk membeli makanan dan air.

Umm Muhammad Badr, seorang ibu pengungsi dari Gaza utara, mengaku sudah tidak lagi memikirkan baju baru untuk anak-anaknya.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

“Yang saya pikirkan sekarang hanya bagaimana memberi makan dan minum keluarga saya,” ujarnya kepada Safa Agency.

Ia menambahkan bahwa anak-anaknya kini mengerti betapa sulitnya keadaan. Mereka berusaha tidak menunjukkan keinginan mereka agar tidak menambah beban orang tua.

“Dulu saya masih bisa menyisihkan uang untuk belanja anak. Sekarang, uang yang terkumpul pun tak cukup untuk membeli satu stel pakaian,” tuturnya.

Para pedagang juga merasakan dampaknya. Tayseer Nasr, pemilik toko pakaian, mengatakan bahwa pembeli hanya datang bertanya harga lalu pergi tanpa membeli.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

“Daya beli masyarakat sangat lemah. Ini musim terburuk sejak perang dimulai,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa harga pakaian melonjak bukan hanya karena langkanya barang, tetapi juga karena biaya masuk barang ke Gaza yang tinggi akibat pajak dan pungutan yang dikenakan pada truk-truk komersial.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda