Moskow, MINA – Kremlin mengecam keras tindakan Angkatan Laut Prancis yang mencegat dan memeriksa sebuah kapal tanker terkait Rusia di Samudra Atlantik.
Moskow menyebut operasi tersebut sebagai tindakan ilegal yang mendekati “pembajakan internasional” dan memperingatkan akan mengambil langkah untuk melindungi kepentingan maritimnya.
Insiden itu terjadi setelah pasukan khusus Angkatan Laut Prancis, dengan dukungan Inggris, menaiki kapal tanker bernama Tagor di perairan internasional sekitar 400 mil dari pesisir Brittany. RTnews melaporkan, Selasa (2/6).
Pemerintah Prancis menyatakan kapal tersebut diduga merupakan bagian dari “shadow fleet” atau armada bayangan yang digunakan untuk mengangkut minyak Rusia guna menghindari sanksi Barat terkait perang di Ukraina.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan operasi tersebut dilakukan untuk menegakkan sanksi internasional dan hukum maritim.
Otoritas Prancis menyebut pemeriksaan menemukan dugaan ketidaksesuaian dokumen dan penggunaan bendera yang tidak sah oleh kapal tersebut, sehingga kapal diarahkan menuju wilayah Prancis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebaliknya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan Rusia tidak mengakui legalitas tindakan tersebut. Menurutnya, sanksi sepihak yang diterapkan negara-negara Barat tidak memiliki dasar hukum internasional yang kuat tanpa mandat dari Dewan Keamanan PBB.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga menuduh negara-negara Eropa terus mengubah aturan hukum internasional demi kepentingan politik mereka sendiri.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Pencegatan Tagor merupakan salah satu dari serangkaian operasi yang dilakukan negara-negara Eropa terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam jaringan armada bayangan Rusia.
Uni Eropa dan sekutunya berupaya membatasi pendapatan ekspor energi Rusia yang dinilai menjadi sumber pembiayaan perang di Ukraina. Meski menghadapi berbagai paket sanksi, Rusia masih menjadi salah satu eksportir minyak utama dunia dengan pasar utama di Asia, terutama India dan China.
Insiden tersebut berpotensi menambah ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat yang sudah memburuk sejak pecahnya perang Ukraina.
Selain berdampak pada hubungan diplomatik, perselisihan mengenai penegakan sanksi di jalur pelayaran internasional juga dikhawatirkan memengaruhi stabilitas perdagangan energi global yang hingga kini masih menghadapi ketidakpastian geopolitik. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic