Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Sebut AS Langgar Kesepakatan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 8 Juli 2026 - 10:12 WIB

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:12 WIB

18 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Foto: Global report Now)

Teheran, MINA – Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat melanggar Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad setelah Washington mencabut penangguhan sementara sanksi terhadap ekspor minyak Iran.

Teheran menilai langkah tersebut bertentangan dengan komitmen yang telah disepakati kedua negara dalam kesepakatan yang ditandatangani bulan lalu. Press TV melaporkan, Rabu (8/7).

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut keputusan Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai pelanggaran nyata terhadap Pasal 15 MoU Islamabad.

Menurut Teheran, kebijakan itu diambil kurang dari tiga pekan setelah penandatanganan kesepakatan, sehingga menunjukkan tidak adanya itikad baik dari Washington dalam menjalankan kewajiban internasional yang telah disepakati bersama.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Iran menegaskan telah melaksanakan seluruh komitmennya berdasarkan nota kesepahaman tersebut sejak hari pertama penandatanganan.

Namun, pemerintah Iran menilai Amerika Serikat justru berulang kali mengambil langkah yang bertentangan dengan isi kesepakatan sambil memberikan berbagai alasan untuk membenarkan tindakannya.

Karena itu, Teheran menegaskan akan mempertimbangkan berbagai langkah yang diperlukan guna melindungi kepentingan nasional dan keamanan negaranya.

MoU Islamabad sebelumnya menjadi dasar penghentian sementara konfrontasi antara kedua negara setelah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Dalam dokumen tersebut, kedua pihak antara lain berkomitmen mengurangi eskalasi konflik, menghormati kedaulatan masing-masing, serta membuka jalan bagi pelonggaran sejumlah pembatasan, termasuk terhadap sektor energi dan pelayaran.

Persoalan sanksi minyak menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan Washington dan Teheran. Selama bertahun-tahun, pembatasan ekspor minyak Iran telah memengaruhi perekonomian negara itu sekaligus berdampak pada stabilitas pasar energi global.

Setiap perubahan kebijakan sanksi dari Amerika Serikat juga kerap memengaruhi harga minyak dunia serta hubungan dagang Iran dengan sejumlah negara mitra di Asia.

Perselisihan terbaru ini berpotensi memperumit implementasi MoU Islamabad yang sebelumnya dipandang sebagai peluang untuk meredakan konflik antara kedua negara. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Dunia Islam
Internasional