Gaza, MINA – Serangan penjajah Israel menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina, termasuk tiga anak-anak dan seorang bayi dalam kandungan, serta melukai puluhan lainnya di Jalur Gaza pada Ahad (2/8).
Serangan ini terjadi meskipun gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025 dan hanya dua hari setelah pengumuman kesepakatan untuk melanjutkan fase berikutnya dari perjanjian damai.
Di Khan Younis selatan, serangan udara Israel menghantam bangunan keluarga Al-Hams di daerah Al-Qarara, menewaskan Mahmoud Zaki Al-Hams, 38, istrinya Fatima, 37, dan putri kecil mereka. Tiga orang lainnya luka-luka dalam serangan itu. Artileri Israel juga menembaki daerah Dar Al-Salam di kota yang sama, namun belum ada laporan korban jiwa.
Di Gaza tengah, pasangan suami-istri lanjut usia, Kamal Abu Muailiq, 68, dan Huda, 59, tewas ketika helikopter Israel menyerang rumah mereka di daerah Al-Mashaala, Deir al-Balah. Dua orang lainnya tewas dalam serangan terhadap sebuah sepeda motor di kota yang sama.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Di Kota Gaza, serangan terhadap tenda pengungsi menewaskan dua orang, termasuk seorang anak, dan melukai delapan lainnya. Serangan lain di Menara Al-Sousi menewaskan empat orang, yaitu Abdullah Abu Taif, 33, istrinya Abeer Anan, 29, putra mereka Azzam yang berusia 5 tahun, dan bayi yang masih dalam kandungan. Seorang warga lainnya tewas di kamp pengungsi Jabalia di utara Gaza, sementara satu orang lainnya kritis.
Empat warga Palestina tewas dalam serangan pesawat nirawak terhadap sebuah kendaraan di Kota Gaza. Sementara itu, tembakan dari kendaraan militer Israel ke arah lingkungan Al-Tuffah di Gaza timur belum dilaporkan menimbulkan korban.
Pengumuman kesepakatan fase berikutnya gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump dan Board of Peace belum ditanggapi secara resmi oleh Israel.
Warga Palestina menilai serangan yang terus berlanjut dan pembatasan bantuan kemanusiaan telah menjadikan gencatan senjata sebagai “ilusi” yang memperburuk krisis mereka.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Fase pertama gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Pejabat Palestina mencatat Israel telah melanggar perjanjian ribuan kali dengan serangan, penangkapan, dan serangan militer yang menewaskan 1.230 warga Palestina dan melukai 4.076 lainnya.
Sebelum gencatan senjata, perang genosida Israel sejak 8 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, melukai 174.000 lainnya, menghancurkan 90% infrastruktur sipil Gaza, dengan biaya rekonstruksi diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic