Al-Quds, MINA – Universitas Al-Quds Palestina menggelar upacara wisuda angkatan ke-45 untuk tahun akademik 2024, 2025, dan 2026, dalam suasana khidmat di tengah penjajahan yang masih berlangsung.
Acara yang berlangsung di kampus Abu Dis, Yerusalem Timur, dihadiri Ketua Dewan Pengawas, Eng. Munib Rashid Al-Masri, Presiden Universitas, Prof. Dr. Imad Abu Keshk, anggota dewan pengawas, badan akademik dan administrasi, keluarga para wisudawan, serta sejumlah tokoh nasional dan komunitas. Laporan Jaridah al-Quds, Jumat (7/8).
Para wisudawan terdiri dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Teknik, Sains dan Teknologi, Hukum, Bisnis dan Ekonomi, Ilmu Pendidikan, Studi Al-Qur’an dan Islam, Seni serta Program Pascasarjana.
Ketua Dewan Pengawas, Munib Rashid Al-Masri, dalam sambutannya memuji pencapaian akademik dan riset universitas yang terus meraih penghargaan lokal dan internasional di bidang kreativitas dan keunggulan.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut berkat visi dan perhatian berkelanjutan dalam mengembangkan proses pendidikan serta mempromosikan penelitian ilmiah.
“Universitas terus memperkuat posisinya di antara institusi pendidikan tinggi dunia,” ujar Al-Masri.
Ia juga menyoroti keunggulan dan kompetensi lulusan di berbagai disiplin ilmu, serta menegaskan bahwa Dewan Pengawas terus bekerja untuk mendukung peluang kerja lulusan, membuka cakrawala baru di pasar tenaga kerja dan mendoakan kesuksesan bagi para wisudawan dalam karier ilmiah dan praktis mereka.
Rektor Prof. Dr. Imad Abu Keshk, menyampaikan bahwa wisuda angkatan ke-45 merupakan tonggak penting dalam kemajuan universitas dan wujud kelanjutan misi akademik dan nasionalnya.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Ia memaparkan sejumlah pencapaian gemilang kampus, di antaranya: menjadi Universitas Palestina pertama terbaik secara nasional dalam 6 tahun berturut-turut. Prestasi lainnya di tingkat global, meraih peringkt 908 secara global, naik 260 peringkat dalam 5 tahun.
Reputasi alumninya pun menjasdikannya sebagai satu-satunya universitas di Palestina yang masuk 500 besar dunia.
“Kami bersyukur dan bangga dengan pencapaian mereka, yang merupakan hasil kerja keras seluruh keluarga besar Universitas Al-Quds,” ujar Abu Keshk.
Ia menambahkan bahwa universitas terus mengembangkan program akademik, mendukung riset, membuka kemitraan internasional, dan menyediakan lingkungan pendidikan yang mengikuti perkembangan global.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Sementara itu, Alaa Salah El-Din, lulusan terbaik dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, menyampaikan pidato yang menggugah atas nama para wisudawan. Ia mengungkapkan kebanggaan atas momen yang telah dinanti setelah bertahun-tahun kerja keras dan ketekunan.
“Universitas Al-Quds bukan hanya tempat belajar, tetapi rumah yang merangkul ambisi kami, menyempurnakan kepribadian, dan memberikan pengetahuan, nilai, serta tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para lulusan memegang gelar ilmiah sekaligus pesan kemanusiaan dan nasional. Mereka akan terus berjuang dengan semangat memiliki dan memberi, setia kepada universitas dan tanah air Palestina.
Penghormatan kepada Tokoh Nasional
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Upacara juga menjadi momen penghormatan kepada sejumlah tokoh nasional dan media terkemuka. Di antara tokoh itu adalah Shireen Abu Akleh, jurnalis yang gugur saat bertugas, dan Mahmoud Darwish, penyair besar Palestina.
Penghormatan dilakukan melalui teknologi presentasi digital dan hologram berbasis kecerdasan buatan, menciptakan adegan menyentuh yang mewujudkan kehadiran, misi, serta nilai-nilai kemanusiaan dan nasional mereka.
Universitas Al-Quds juga memilih bunga anemon merah sebagai simbol upacara, melambangkan tanah, pembaruan, dan harapan yang tak pernah padam. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic