Ankara, MINA – Turkiye menegaskan bahwa Pakta Pertahanan Mekkah yang baru ditandatangani bersama Arab Saudi dan Pakistan tidak ditujukan untuk menghadapi Iran maupun negara tertentu lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Anadolu melaporkan, Ahad (9/8).
Fidan mengatakan pakta tersebut tidak menetapkan negara tertentu sebagai musuh. Menurutnya, perjanjian hanya akan berlaku dalam konteks menghadapi ancaman atau serangan terhadap salah satu negara anggota. Ia menilai anggapan bahwa kesepakatan tersebut secara khusus diarahkan kepada Iran tidak sesuai dengan tujuan yang disepakati para pihak.
Pakta Pertahanan Mekkah ditandatangani di Kota Mekkah, Arab Saudi, Jumat (7/8), oleh Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri sekaligus Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Kesepakatan tersebut memuat prinsip bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Fidan menjelaskan mekanisme pertahanan bersama dalam pakta tersebut memiliki kemiripan secara teknis dengan Pasal 5 NATO. Namun, bentuk respons tidak secara otomatis berarti pengerahan pasukan tempur.
Dukungan dapat berupa pertukaran intelijen, bantuan pertahanan hingga dukungan militer, bergantung pada bentuk ancaman yang dihadapi.
Kesepakatan tersebut lahir ketika kawasan Timur Tengah menghadapi ketegangan yang meningkat. Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan menyatakan perjanjian itu dimaksudkan untuk memperkuat keamanan kolektif dan mendorong stabilitas kawasan.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Namun, kemunculan pakta tersebut juga memiliki arti strategis di tengah perubahan keseimbangan keamanan regional.
Fidan juga menyebut kemungkinan negara lain bergabung dalam kesepakatan tersebut. Mesir menjadi salah satu negara yang disebut berpotensi ikut serta di masa mendatang.
Dengan demikian, Pakta Pertahanan Mekkah berpotensi berkembang menjadi mekanisme kerja sama keamanan regional yang lebih luas, meskipun Turkiye menegaskan bahwa Iran bukan sasaran pembentukannya.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic