Madrid, MINA – Gerhana Matahari Total (GMT) melintasi sejumlah wilayah Eropa pada Rabu (12/8), membuat langit siang berubah gelap selama beberapa saat ketika Bulan sepenuhnya menutupi piringan Matahari.
Fenomena astronomi langka itu menjadi perhatian jutaan orang di berbagai wilayah yang berada di jalur totalitas.
Fenomena tersebut terlihat secara total di sejumlah wilayah Spanyol dan Islandia. Di Spanyol, masyarakat di sejumlah kota menyaksikan Matahari tertutup sepenuhnya, sementara wilayah Eropa lainnya mengalami gerhana sebagian dengan tingkat penutupan Matahari yang berbeda-beda.
Gerhana terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Jalur totalitas gerhana 2026 membentang dari wilayah utara Rusia, melintasi kawasan Arktik dan Atlantik Utara, kemudian melewati Islandia dan Spanyol.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Di wilayah yang berada dalam jalur totalitas, perubahan kondisi siang berlangsung sangat mencolok. Cahaya Matahari berkurang drastis ketika piringannya tertutup sepenuhnya, sedangkan korona Matahari dapat terlihat di sekitar siluet Bulan. Fenomena tersebut menjadikan gerhana total sebagai salah satu peristiwa astronomi yang paling dinantikan tahun ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari Indonesia. Jalur gerhana tidak melewati wilayah Indonesia dan prosesnya berlangsung pada waktu malam di Tanah Air.
Fenomena GMT 2026 dapat disaksikan secara total di wilayah tertentu di Eropa, termasuk Spanyol dan Islandia, sedangkan sejumlah kawasan lain hanya mengalami gerhana sebagian.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pengamatan astronomi yang aman, karena melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan khusus dapat merusak mata. []
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic