Jakarta, MINA – Pemerintah Indonesia mengecam keras penolakan Israel terhadap peta jalan 15 poin untuk pemulihan komprehensif Jalur Gaza yang telah mendapat dukungan internasional.
Indonesia menilai penolakan tersebut berpotensi menggagalkan upaya kolektif untuk mengakhiri perang dan memulihkan kehidupan rakyat Palestina di Gaza.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A Mulachela mengatakan, Kamis (13/8) peta jalan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama masyarakat internasional untuk menciptakan stabilitas bagi Palestina dan kawasan Timur Tengah.
Indonesia, kata dia, mengecam setiap tindakan yang dapat menghambat pelaksanaan rencana tersebut.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka
Menurut Kemlu RI, peta jalan pemulihan Gaza telah disahkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) melalui Resolusi 2803 yang diadopsi pada November 2025. Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak agar kembali berpegang pada prinsip dan komitmen untuk melaksanakan kesepakatan tersebut.
Penolakan Israel disampaikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Ahad (9/8/2026). Netanyahu menyatakan Israel menolak dokumen 15 poin yang diterbitkan Board of Peace (BoP) untuk Gaza dan menegaskan pasukan Israel tidak akan mundur hingga Hamas dinyatakan sepenuhnya dilucuti.
Sikap Israel tersebut berbeda dengan Hamas yang pada hari yang sama menyatakan komitmennya terhadap pelaksanaan peta jalan.
Hamas menyatakan kesiapan untuk terlibat secara bertanggung jawab dalam implementasi rencana tersebut, termasuk pembukaan jalan bagi rekonstruksi Gaza dan mulai berjalannya Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG).
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Indonesia sendiri secara konsisten mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil Palestina, penyaluran bantuan kemanusiaan serta penyelesaian konflik berdasarkan hukum internasional.
Kemlu juga sebelumnya menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic