Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nepal Desak Meta dan TikTok Hapus Konten Palsu Tentang Banjir

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 30 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Ahad, 30 Agustus 2026 - 04:48 WIB

34 Views ㅤ

Banjir bandang Nepal. (Financial Express)

Kathmandu, MINA – Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok segera menghapus konten palsu dan menyesatkan yang beredar setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah negara tersebut.

Konten yang diminta untuk dihapus antara lain gambar-gambar mengerikan, video buatan kecerdasan buatan (AI), kode QR donasi palsu, serta unggahan yang menggunakan informasi tidak benar terkait bencana.

Melansir The Khatmandu Post pada Sabtu (29/8), pejabat pemerintah Nepal telah menggelar pembicaraan dengan perwakilan Meta dan TikTok di negara tersebut.

Pemerintah meminta kedua platform mempercepat penanganan konten yang dapat menyesatkan masyarakat, mengganggu operasi bantuan, atau memperburuk kesedihan keluarga korban.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Bijay Kumar Roy, koordinator satuan tugas pemerintah untuk regulasi dan pengelolaan media sosial, mengatakan pemerintah meminta perusahaan segera menghapus konten yang tidak pantas dan menyesatkan setelah laporan diterima.

Para pejabat juga mendesak Meta dan TikTok membuat sistem algoritma yang lebih proaktif dalam mendeteksi dan memblokir konten serta gambar palsu.

Pemerintah Nepal mengatakan sejumlah rekaman lama kembali disebarkan dengan klaim seolah-olah merupakan dokumentasi bencana terbaru.

Selain itu, gambar dan video yang dibuat menggunakan AI juga beredar dan ditampilkan seolah-olah merupakan kejadian nyata.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Kode QR palsu untuk menggalang donasi bagi korban banjir juga ditemukan beredar di media sosial.

Menurut laporan media lokal The Kathmandu Post, Meta dan TikTok saat ini membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 48 jam untuk merespons unggahan yang dilaporkan.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah Nepal meminta kedua platform mempercepat tindakan terhadap konten bermasalah, terutama selama situasi darurat bencana.

Banjir bandang dan tanah longsor sebelumnya melanda wilayah utara dan tengah Nepal pada Rabu (26/8).

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Bencana tersebut menerjang permukiman di sepanjang Sungai Bhotekoshi dan Trishuli serta menghancurkan rumah, jembatan, dan sejumlah ruas jalan.

Bencana juga berdampak hingga wilayah perbatasan Nepal-China.

Di sisi China, lumpur dan material longsoran menerjang Pelabuhan Gyirong di Kabupaten Gyirong, Daerah Otonomi Xizang, China barat daya.

Bencana tersebut memutus akses jalan, jaringan komunikasi, dan pasokan listrik di sejumlah wilayah terdampak.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Ratusan warga, pekerja konstruksi, dan wisatawan di Kabupaten Gyirong telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk menemukan dan membantu warga yang terdampak bencana.

Pemerintah Nepal menilai penghapusan konten palsu banjir penting untuk mencegah masyarakat menerima informasi yang keliru dan memastikan bantuan dapat disalurkan kepada korban secara tepat.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun

Rekomendasi untuk Anda