Jakarta, MINA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Christiawan Nasir menegaskan, Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina hingga hak-hak mereka terpenuhi dan negara Palestina yang merdeka serta berdaulat terwujud.
“Konstitusi kita tidak berubah. Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak-hak mereka terpenuhi dan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berwujud,” ujar Arrmanatha dalam pernyataan pers di Jakarta, Senin (12/10).
Menlu yang akrab disapa Tata itu menyampaikan, komitmen Indonesia terhadap Palestina diwujudkan melalui sejumlah langkah, termasuk perlindungan bagi rakyat Palestina, penyaluran bantuan kemanusiaan, pemulihan dan rekonstruksi Gaza, serta penguatan kapasitas otoritas Palestina.
Menurutnya, seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan diplomasi yang kuat agar dapat terus diperjuangkan di tengah dinamika internasional.
Baca Juga: Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Ilegal Ditahan di Rutan Mabes
Pernyataan itu disampaikan Tata setelah serah terima jabatan (sertijab) Menteri Luar Negeri dari Sugiono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (12/10).
Tata mengakui, dua tahun terakhir menjadi periode yang tidak mudah bagi politik luar negeri Indonesia. Situasi geopolitik global semakin kompleks, sementara berbagai krisis terus bermunculan di sejumlah kawasan.
Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan amanat konstitusi.
“Di tengah semua itu, Pak Sugiono memastikan politik luar negeri kita tetap konsisten pada prinsip bebas aktif dan amanat konstitusi. Itulah yang saya akan lanjutkan,” katanya.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Tata mengibaratkan pergantian kepemimpinan di Kementerian Luar Negeri bukan sebagai awal dari buku yang baru, melainkan bab baru dalam buku yang sama. Menurutnya, pergantian menteri tidak berarti perubahan arah politik luar negeri Indonesia.
“Menteri boleh berganti, arah politik luar negeri Indonesia tidak. Kompas kita bukan selera pribadi seorang menteri, melainkan konstitusi,” ujarnya.
Penegasan tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tetap menjadi bagian dari arah politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Menlu yang baru.
Indonesia selama ini menempatkan perjuangan rakyat Palestina dan terwujudnya negara Palestina yang merdeka serta berdaulat sebagai bagian penting dari komitmen konstitusional dan diplomasi internasionalnya. []
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic