Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Konfirmasi Israel Kririm Baterai Iron Dome dan Tentara ke UEA

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 13 Mei 2026 - 13:07 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:07 WIB

35 Views ㅤ

Pertahanan udara Israel, Iron Dome. (Foto: Jewish Virtual Library)

Tel Aviv, MINA – Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, pada Selasa (12/5) mengonfirmasi Israel mengirimkan baterai pertahanan udara Iron Dome beserta tentara untuk mengoperasikannya ke Uni Emirat Arab (UEA) di tengah perang melawan Iran.

“Israel baru saja mengirimkan baterai Iron Dome dan personel untuk membantu mengoperasikannya ke UEA. Mengapa? Karena ada hubungan luar biasa antara UEA dan Israel berdasarkan Perjanjian Abraham,” kata Huckabee dalam sebuah acara di Tel Aviv, merujuk pada perjanjian tahun 2020 di mana UEA menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Middle East Eye melaporkan.

Komentar Huckabee menandai konfirmasi resmi pertama tentang bantuan yang diberikan Israel kepada UEA di tengah perang AS-Israel melawan Iran.

Setelah AS dan Israel melancarkan kampanye pengeboman terhadap Iran pada bulan Februari, Teheran merespons dengan menembakkan roket dan drone ke target Israel dan AS di seluruh wilayah tersebut.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

UEA termasuk yang paling banyak menjadi sasaran, dengan pihak berwenang mengatakan Iran meluncurkan sekitar 550 rudal balistik dan jelajah serta lebih dari 2.200 drone ke negara tersebut.

Meskipun sebagian besar rudal dan drone berhasil dicegat, serangan tersebut telah merusak status negara-negara Teluk sebagai surga pariwisata mewah dan keuangan.

Namun Iran juga menyebabkan kerusakan material. Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi mengatakan pada Selasa bahwa pabrik gas alam utama UEA hanya akan kembali beroperasi penuh tahun depan setelah dua kali menjadi sasaran Iran.

Fasilitas pengolahan Habshan hanya beroperasi sekitar 60 persen dari kapasitasnya, dengan rencana untuk kembali beroperasi penuh pada tahun 2027.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Negara-negara Teluk menentang perang AS terhadap Iran, tetapi ketika pertempuran dimulai, mereka umumnya mendukung AS, yang merupakan mitra keamanan utama.

Sementara Arab Saudi membantu AS melancarkan perang terhadap Iran dengan menyediakan akses, pangkalan, dan penerbangan lintas wilayah yang lebih baik, negara itu juga mendukung upaya mediasi oleh mitra dekatnya, Pakistan.

Sebaliknya, UEA telah mengambil posisi yang lebih agresif.

Abu Dhabi secara terbuka dan pribadi melobi agar AS terus menyerang Iran dan mencoba mencegah Pakistan mempertemukan AS dan Iran dalam pembicaraan.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Wall Street Journal melaporkan pekan ini UEA melancarkan serangan ke Pulau Lavan di Teluk Persia pada awal April, sekitar waktu AS mengumumkan gencatan senjata.

UEA belum secara terbuka mengakui operasi tersebut. Serangan itu dilaporkan memicu kebakaran dan melumpuhkan sebagian besar kapasitas fasilitas selama berbulan-bulan, menandai peningkatan signifikan saat Trump mempromosikan gencatan senjata.

Iran menggambarkan insiden itu sebagai “serangan musuh” dan menanggapi dengan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap UEA dan Kuwait. []

 

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Internasional
Internasional
Dunia Islam