Jakarta, MINA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Assegaf Hamzah & Partners menyalurkan bantuan biaya sebesar Rp300 juta dalam bentuk fasilitas operasi implan koklea di Rumah Sakit Bedah THT Proklamasi.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat menyampaikan, bantuan kesehatan berupa biaya operasi yang diterima oleh Handika Saputra ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS untuk selalu hadir dan memberikan harapan bagi mereka yang kurang mampu.
BAZNAS kata dia, ingin memastikan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat tanpa memandang kelas ekonomi mereka.
“Semoga operasi implan koklea ananda Handika berjalan lancar, aman dan membuahkan hasil maksimal sehingga pendengaran ananda Handika dapat kembali normal, bisa berkomunikasi dengan baik dan ananda bisa berprestasi kembali,” ujar Imdadun dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka
Sementara itu, dr. Soekirman Soekin, Sp. THT-BKL (K), M.Kes, dokter spesialis THT yang melakukan operasi Handika, menjelaskan, orang yang memiliki gangguan pendengaran pada telinganya bisa berdampak besar pada kualitas hidupnya, termasuk pada psikisnya.
Gangguan pendengaran sendiri kata dia, terbagi dalam empat kategori, ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena bawaan sejak lahir, kecelakaan lalu lintas, atau karena infeksi telinga seperti yang dialami oleh Handika.
“Orang dengan gangguan telinga sangat berat akan merasa seolah hidup di ruang hampa karena dia tidak mendengar apa-apa. Secara sosial, dia juga bisa merasa rendah diri karena tidak bisa berkomunikasi secara verbal dengan orang lain,” ujar dr. Soekirman.
Beruntungnya kata dia, Handika bertemu dengan BAZNAS dan mendapatkan bantuan menjalani operasi koklea untuk membantu pendengaran agar dapat berfungsi seperti semula.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
“Saya senang sekali karena BAZNAS sudah banyak membantu, dan saya berharap BAZNAS dapat terus memberikan bantuan dan membawa anak-anak yang membutuhkan atau memiliki gangguan pendengaran ke sini atau ke mana saja, terutama bayi yang berusia 1 atau 2 tahun (yang tidak bisa mendengar), karena ini sangat penting bagi mereka untuk segera mendapatkan implan koklea,” ujar dr. Soekirman.
Orang tua asuh Handika, Subiyanto dan Palupi Retnaningsih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS dan Assegaf Hamzah & Partners atas bantuan biaya operasi kepada anak asuhnya, Handika sehingga dapat melakukan operasi implan koklea pada hari ini.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang banyak dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS dan Assegaf Hamzah & Partners yang telah membantu anak yatim Handika Saputra,” kata Subiyanto.
Menurut Subiyanto, bantuan ini datang di saat rasa putus asa mulai menggerogotinya. Ia bersama istri, Palupi Retnaningsih membawa Handika dan adiknya menjadi anak asuh sejak Handika masih duduk di bangku kelas 6 SD.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Sejak itu juga, ia membawa Handika menemui berbagai dokter dan rumah sakit untuk kesembuhan telinga Handika. Saat ini Handika sudah menjadi mahasiswa di Universitas Cendekia Abditama.
Berbagai upaya telah ia lakukan untuk kesembuhan anak asuhnya itu, hingga akhirnya dipertemukan dengan BAZNAS setelah mengetahui BAZNAS memiliki program bantuan kesehatan untuk masyarakat tidak mampu. Tanpa menunggu waktu lagi, Subiyanto langsung mengirimkan proposal bantuan biaya operasi tersebut kepada BAZNAS.
Karena itu sekali lagi ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS dan Assegaf Hamzah & Partners yang telah membantu biaya operasi dan memudahkan jalan Handika untuk bisa melakukan operasi pada telinganya.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic