Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bebaskan Al-Aqsha, Pimpin Dunia dengan Rahmatan lil ‘Alamin

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 16 Juni 2026 - 16:44 WIB

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:44 WIB

51 Views ㅤ

Ilustrasi: Jihad untuk pembebasan Al-Aqsa (Dok MINA)

ADA satu kebenaran besar yang selama ini sengaja dikaburkan oleh kekuatan global, yaitu siapa yang menguasai Al-Aqsha dan Palestina, dialah yang akan memimpin dunia.

Bukan dengan kekuatan militer semata, melainkan dengan keberkahan Ilahi yang menjadikan perdamaian sejati menyejarah dari tanah suci ke seluruh penjuru alam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam ayat-Nya:

وَنَجَّيْنٰهُ وَلُوْطًا اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْناَ فِيْهَا لِلْعٰلَمِيْنَ

Baca Juga: Ketulusan Cinta Indonesia-Palestina, Makna Ciuman Kening Dubes Palestina kepada Imaam Yakhsyallah Mansur

“Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Luth ke negeri yang Kami berkahi untuk seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 71).

Para ulama tafsir sepakat bahwa :negeri yang diberkahi untuk seluruh alam” itu adalah Negeri Syam (Biladu Syam), tempat di mana Masjidil Aqsa berdiri sebagai poros keberkahan.

Redaksi firman Allah “allatii baraknaa fiihaa lil ‘aalamiin,” diberkahi untuk seluruh alam, bukan hanya untuk umat Islam, bukan hanya untuk Palestina, melainkan untuk seluruh manusia, untuk semesta alam.

Inilah rahasia terbesar. Al-Aqsa adalah pusat keberkahan yang pancarannya meliputi seluruh dunia.

Baca Juga: Polisi, Sekejam Itukah?

Maka, ketika Al-Aqsa dijajah, keberkahan itu terhalang. Kegalauan merajalela. Peperangan terus meletup di berbagai belahan. Bumi pun kehilangan kehilangan ketenangannnya. Sebaliknya, ketika Al-Aqsa berada di bawah kepemimpinan umat Islam yang menjalankan Islam rahmatan lil ‘aalamiin, maka keberkahan itu mengalir deras ke seluruh alam.

Peace in Palestine, Peace in the World

Mari kita renungkan formula sederhana namun agung, “Peace in Palestine, Peace in the World.” Tiada perdamaian sejati selama tanah Palestina masih dijajah. Tiada keamanan global selama Al-Aqsa masih dinodai.

Sebab Al-Aqsa bukan milik Palestina semata. Ia adalah milik seluruh umat manusia. Keberkahannya untuk seluruh alam. Karenanya, genggaman penjajah di Al-Aqsa sama saja dengan menyandera perdamaian dunia.

Baca Juga: Memaknai Bulan Solidaritas Palestina: Ketika November Menjadi Pengingat Kemanusiaan

Kita melihat fakta hari ini, selama puluhan tahun pendudukan berlangsung, dunia justru semakin kacau. Perang di sana-sini. Terorisme yang diklaim, tetapi akar sesungguhnya adalah keputusasaan karena Al-Aqsa terhina.

Bukanlah Islam yang mengajarkan teror, tetapi pendudukanlah yang melahirkan kekerasan balasan. Maka solusi hakikinya bukan dengan senjata dan dalih perang abadi, melainkan dengan pengembalian hak kepada pemiliknya, yani umat Islam, agar mereka memimpin dengan rahmat.

Bayangkan jika Al-Aqsa bebas. Di bawah kepemimpinan Islam yang sejati, wilayah tersebut akan terbuka untuk semua umat beragama, Yahudi yang tulus, Nasrani yang jujur, dan seluruh pencari kebenaran.

Sejarah telah membuktikan ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu membebaskan Al-Quds, Umar memberikan jaminan keamanan kepada semua penduduknya. Ia tidak menghancurkan gereja, tidak mengusir siapapun. Itulah rahmatan lil ‘alamin yang nyata.

Baca Juga: Akhiri Perang Saudara Yaman-Arab Saudi, Rakyat Hanya Jadi Korban

Bandingkan dengan pendudukan Zionis yang menghancurkan masjid, mengusir penduduk asli, dan meracuni tanah dengan supremasi etnis.

Mengapa Amerika Tidak Mau Melepas Palestina?

Di balik semua ini, ada aktor besar yang secara konsisten menghalangi pembebasan Al-Aqsa, tidak laoin Amerika Serikat.

Bukan rahasia lagi bahwa veto demi veto mereka di Dewan Keamanan PBB selalu melindungi Israel. Bantuan militer miliaran dolar terus mengalir ke tentara pendudukan.

Baca Juga: Ketika Warga Eropa Berdemo, Apa Tuntutan Mereka?

Mengapa? Jawabannya sederhana namun mengerikan, Amerika ingin menguasai dunia Islam. Dan Palestina adalah kuncinya.

Karena mereka meyakini, siapa yang menguasai Palestina, ia menguasai jantung dunia Islam. Dari Palestina, Amerika bisa menekan Mesir, Yordania, Lebanon, Suriah, Arab Saudi, hingga seluruh Teluk.

Dengan menjadikan Israel sebagai “kapal induk yang tidak bisa tenggelam” di Timur Tengah, Amerika memiliki kendali geopolitik atas sumber daya minyak, jalur perdagangan, dan arah kebijakan negara-negara Muslim.

Selama Al-Aqsa dijajah, perhatian umat Islam terpecah, kekuatan mereka terkuras dalam perselisihan internal, dan dunia Islam tidak akan pernah bangkit menjadi kekuatan global yang mandiri.

Baca Juga: Perang Digital atas Masjid Al-Aqsa

Amerika, Israel san sekutunya takut pada satu hal, umat Islam bersatu di bawah bendera Al-Aqsa. Karena persatuan itulah yang akan melahirkan kepemimpinan dunia berdasarkan keadilan Islam, bukan hegemoni Barat yang eksploitatif.

Umat Islam Harus Kuasai Al-Aqsa

Maka, sudah saatnya kita sadar bahwa keharusan menguasai Al-Aqsa bukanlah ambisi politik sempit, melainkan keharusan keagamaan dan kemanusiaan. Al-Aqsa harus kembali ke pangkuan umat Islam agar keberkahannya menyebar ke seluruh alam. Islam rahmatan lil ‘alamin tidak akan pernah terwujud selama pusat keberkahannya masih berada di tangan perampas.

Penguasaan ini bukan berarti mengusir agama lain. Tidak sama sekali. Penguasaan dalam bingkai Islam justru adalah amanah untuk melindungi semua, memimpin dengan keadilan, dan menjadi pelayan bagi semesta. Sebagaimana firman Allah:

Baca Juga: Rekam Jejak pada Penjajah Israel: Ketika Panggung Borobudur dan Jakarta Dipertaruhkan demi Bocelli

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

“Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 107).

Nabi adalah rahmat. Dan warisannya, termasuk Al-Aqsa, harus dikelola dengan semangat yang sama. Inilah yang tidak akan pernah bisa dilakukan oleh penjajah Zionis maupun dalang di baliknya. Mereka hanya bisa merusak, tidak bisa memberkahi.

Marilah kita kuatkan tekad. Jangan pernah menyerahkan nasib Al-Aqsa kepada Board of Peace (BoP) yang bekerja untuk pelanggengan penjajahan. Jangan berharap pada Amerika yang jelas-jelas memusuhi kebangkitan Islam.

Baca Juga: Muhammad adalah Nama Mulia

Kembalilah kepada Allah. Bersatu di bawah kalimat tauhid. Bangun kekuatan dari dalam. Karena sesungguhnya, jika umat Islam sungguh-sungguh menghendaki, Allah akan menolong kita. Dan Al-Aqsa akan kembali menjadi mercusuar yang menerangi dunia dengan cahaya rahmat.

Peace in Palestine, Peace in the World. Al-Aqsha untuk semua, dipimpin oleh Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Allahu Akbar! Al-Aqsa Haqquna!

(Penulis, Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional)

Baca Juga: Tiga Tahun Thufan Al-Aqsa: Gaza Bertahan, Perlawanan Berlanjut, Solidaritas Dunia Berpihak

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda