Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bendera Merah Berkibar di Iran, Lambang Seruan Balas Dendam Usai Serangan AS-Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 2 Maret 2026 - 00:40 WIB

Senin, 2 Maret 2026 - 00:40 WIB

72 Views ㅤ

Bnedera merah Iran tanda balas dendam (foto: IG)

Teheran, MINA– Sebuah bendera berwarna merah terlihat berkibar megah di atas kubah Masjid Jamkaran, salah satu tempat ibadah terpenting di kota suci Qom, Iran, pada Ahad (1/3).

Momen itu menjadi sorotan global karena diyakini sebagai simbol kuat seruan balas dendam terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel setelah serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Unggahan foto dan video di media sosial dan akun resmi Masjid Jamkaran menunjukkan pengibaran bendera merah bertuliskan kalimat yang merujuk pada tuntutan pembalasan atas darah yang tertumpah secara tidak adil.

Warna merah dalam tradisi Syiah sering dikaitkan dengan darah para syuhada dan keberanian dalam menghadapi musuh. Press TV melaporkan.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Dalam keterangan unggahan yang tersebar, disebutkan bahwa bendera merah itu dikibarkan sebagai bentuk kemarahan atas serangan gabungan AS dan Israel yang merenggut nyawa Khamenei. Pengibaran simbol ini terjadi saat prosesi pemakaman tokoh yang telah lama memimpin Republik Islam Iran tersebut.

Para analis geopolitik menyebut pengibaran bendera merah bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga merupakan pesan politik keras dari Iran kepada AS dan Israel bahwa rakyat serta elemen negara tidak akan membiarkan insiden tersebut berlalu tanpa konsekuensi.

Tragedi ini dipandang sebagai eskalasi yang dapat membawa ketegangan regional ke tingkat lebih tinggi.

Tradisi pengibaran bendera merah ini memiliki akar sejarah dalam keyakinan Syiah, di mana warna merah sering digunakan untuk menandai darah yang belum terbalaskan dan memanggil komunitas Muslim Syiah untuk mengejar keadilan atas ketidakadilan besar yang terjadi.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Praktik serupa pernah terjadi setelah kematian tokoh militer penting seperti Jenderal Qasem Soleimani pada 2020, ketika bendera merah juga dikibarkan sebagai simbol kesiapan balas dendam.

Di tengah konflik yang semakin memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, simbol-simbol budaya dan religius menjadi bagian penting dari narasi geopolitik.

Pengibaran bendera merah atas Masjid Jamkaran bukan hanya fenomena lokal, tetapi juga mencerminkan sentimen luas dalam masyarakat Syiah mengenai martir dan pembalasan atas ketidakadilan, yang dapat memengaruhi dinamika politik serta keamanan di kawasan Timur Tengah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Palestina
Internasional
Internasional
Internasional