Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Memohon Kekayaan yang Meningkatkan Takwa dan Memperluas Manfaat

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 9 September 2026 - 15:18 WIB

Rabu, 9 September 2026 - 15:18 WIB

85 Views ㅤ

Ilustrasi: Berdoa (ist)

SALAH SATU doa pendek yang sering dibaca Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah doa memohon petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kekayaan.

Bukan kekayaan yang melalaikan, melainkan kekayaan yang menjadi jembatan untuk meningkatkan ketakwaan, memperluas manfaat, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Doa tersebut adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَى

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kekayaan.” (HR. Muslim).

Baca Juga: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Larut dalam Kesedihan

Doa ini adalah permintaan yang sering dibaca Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Bahkan beliau menjadikannya sebagai salah satu wirid harian.

Apa yang membuat doa ini begitu istimewa? Karena ia mencakup empat pilar kemuliaan hidup, di mana kekayaan (al-ghina) bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk meraih tiga hal lainnya.

Mengurai Empat Permohonan

Mari kita telaah satu per satu makna dari keempat permohonan ini, dan bagaimana kekayaan menjadi sarana untuk meraih kebaikan:

Baca Juga: Komunitas Sebagai Fondasi Umat dan Benteng Generasi

  1. “Al-Huda” (Petunjuk)

Kita memohon petunjuk dalam ilmu dan amal. Petunjuk untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana yang bermanfaat dan mana yang merusak.

Dengan petunjuk, kita bisa menggunakan kekayaan di jalan yang benar, bukan di jalan yang sesat.

  1. “At-Tuqa” (Ketakwaan)

Takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Kekayaan yang kita miliki seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, dengan membayar zakat, bersedekah, dan membantu sesama.

Sebaliknya, jika kekayaan membuat kita lalai dari kewajiban, maka itu adalah kekayaan yang malapetaka.

Baca Juga: Kejahatan Yahudi Membuat Hatinya Keras Membatu

  1. “Al-‘Afaf” (Kesucian dan Kehormatan Diri)

‘Afaf berarti menahan diri dari hal-hal yang diharamkan dan menjaga kehormatan. Dengan kekayaan, kita bisa menjaga diri dari meminta-minta, dari mengambil hak orang lain, dan dari terjerumus dalam perbuatan dosa. Kekayaan menjadi benteng yang melindungi kehormatan.

  1. “Al-Ghina” (Kekayaan Hati dan Harta)

Inilah permohonan keempat: kekayaan. Namun, para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan al-ghina adalah kekayaan hati, yakni merasa cukup dengan apa yang Allah berikan (qana’ah).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, menyebutkan: “Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa al-ghina dalam doa ini adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di tangan manusia. Ketika hati sudah kaya, maka harta yang kita miliki akan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, bukan untuk pamer, sombong, atau melalaikan.

Baca Juga: Ustaz Amri Fatmi: Hidup Mewah Berdampak Luas pada Kerusakan Alam

Islam tidak melarang umatnya untuk menjadi kaya. Sebaliknya, Islam mendorong umatnya untuk bekerja keras, produktif, dan mandiri. Namun, kekayaan haruslah ditempatkan pada posisi yang benar, yaitu sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan tujuan akhir kehidupan.

Oleh karena itu, doa ini mengajarkan kita untuk memohon kekayaan yang dibarengi dengan petunjuk, ketakwaan, dan kesucian. Bukan kekayaan yang melalaikan, melainkan kekayaan yang menjadi: sarana untuk beribadah, sarana untuk berbagi manfaat, sarana untuk menjaga kehormatan, dan sarana untuk meningkatkan takwa.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita petunjuk, ketakwaan, kesucian, dan kekayaan hati yang membawa keberkahan. Aamiin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kehidupan Berbangsa dalam Perspektif Al-Qur’an

Rekomendasi untuk Anda

Tausiyah
Hikmah
MINA Edu
Artikel
Kolom
Tausiyah