Washington, MINA – Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali tercantum dalam dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein yang baru dirilis ke publik, yang memuat tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang korban perempuan.
Menurut laporan Quds News Network pada Jumat (6/3), dokumen baru Epstein Files tersebut merupakan bagian dari tambahan lebih dari 1.000 halaman arsip kasus Jeffrey Epstein yang dirilis oleh otoritas Amerika Serikat.
Dokumen itu kini dimasukkan ke dalam basis data publik yang berkaitan dengan penyelidikan jaringan perdagangan seksual yang melibatkan Epstein.
Dalam dokumen Epstein yang baru dirilis pada pekan ini, terdapat sekitar 16 halaman ringkasan tiga wawancara FBI dengan seorang perempuan yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual pada akhir 1980-an.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Perempuan tersebut menyebut bahwa Donald Trump memperkosanya ketika ia berusia 13 tahun dalam sebuah kejadian yang disebut berkaitan dengan jaringan Epstein.
Tuduhan itu tercatat dalam dokumen penyelidikan yang kini menjadi bagian dari Epstein Files yang dipublikasikan.
Selain itu, dokumen tersebut juga memuat laporan dari seorang teman korban yang menghubungi FBI untuk menyampaikan kesaksian perempuan tersebut.
Informasi tersebut kemudian dimasukkan dalam berkas penyelidikan yang menjadi bagian dari dokumen Epstein yang dirilis ke publik.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Kasus Jeffrey Epstein sendiri telah lama menjadi perhatian dunia karena melibatkan jaringan perdagangan seksual anak yang diduga menyeret sejumlah tokoh berpengaruh dari kalangan politik, bisnis, hingga hiburan.
Rilis dokumen Epstein terbaru yang mencantumkan nama Donald Trump kembali memicu perdebatan di Amerika Serikat.
Namun hingga kini tuduhan yang tercantum dalam dokumen tersebut belum diputuskan melalui proses hukum di pengadilan.
Perhatian publik terhadap dokumen Epstein ini juga disebut berkurang karena fokus politik Amerika Serikat saat ini banyak tertuju pada eskalasi konflik dan ketegangan militer dengan Iran di Timur Tengah.[]
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic