Istanbul, MINA – Aktivis pro-Palestina, berkoordinasi dengan organisasi masyarakat sipil, sedang mempersiapkan inisiatif baru ke Gaza, yang menggabungkan “Freedom Flotilla” dan “Konvoi Sumud.”
Kampanye ini akan mengirim 200 kapal untuk menembus blokade di Jalur Gaza. Keberangkatan dijadwalkan pada 12 April.
Bulent Yildirim, Ketua Yayasan Bantuan Kemanusiaan IHH Turki, mengatakan kepada Al-Araby Al-Jadeed pada Kamis (27/2) bahwa donasi akan dikumpulkan dari Eropa, Asia, Afrika, Turkiye, Teluk, dan seluruh dunia untuk mendanai pembelian kapal-kapal tersebut.
Ia mengatakan bahwa mengumpulkan armada 200 kapal akan mempersulit Israel untuk menghentikannya, menekankan “tidak ada pilihan selain laut.”
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Inisiatif ini diperkirakan mendapat dukungan dari sekitar 200 organisasi masyarakat sipil, termasuk Solidaritas Mavi Marmara, IHH, dan Platform Dukungan Palestina. Konvoi tersebut dijadwalkan berlayar dari pelabuhan-pelabuhan Mediterania, antara lain dari Spanyol, Italia, dan Tunisia, dengan ribuan peserta dari 150 negara.
Misi ini akan melampaui sekadar memberikan bantuan kemanusiaan. Misi ini juga akan mengangkut tenaga medis, guru, tim infrastruktur dan teknik lingkungan, pengacara, serta penyelidik kejahatan perang ke Jalur Gaza.
Yıldırım menyebut situasi kemanusiaan yang mendorong kampanye ini, dengan menyatakan: “Mereka menghalangi bantuan dan tidak mengizinkannya masuk. Sebaliknya, mereka menyediakan makanan rendah kalori, yang secara efektif mengutuk orang-orang pada kelaparan dan penyakit.”
“Jika kita tidak ingin memikul tanggung jawab di hadapan Tuhan atas anak-anak, perempuan, dan warga sipil ini, kita harus melakukan segala yang kita bisa. Karena alasan ini, melanjutkan pergerakan maritim di Mediterania, yang dianggap sebagai langkah kunci menuju gencatan senjata, sangat penting,” tambahnya.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Pada Oktober tahun lalu, pasukan Israel menyita 41 kapal yang membawa sekitar 400 peserta yang menuju Gaza untuk menerobos blokade.
Armada tersebut diserang oleh sekitar 10 kapal Israel dan mengeluarkan panggilan darurat setelah dicegat di perairan internasional, menyebut eskalasi tersebut sebagai “kejahatan perang.”
Aksi ini menandai pertama kalinya sejumlah besar kapal berlayar bersama menuju Gaza, tempat bagi sekitar 2,4 juta warga Palestina, dalam upaya kolektif untuk mematahkan blokade Israel yang telah berlangsung selama 18 tahun.
Freedom Flotilla pertama kali mencoba mematahkan blokade pada tahun 2010, ketika pasukan Israel mencegat kapal Mavi Marmara, yang mengakibatkan kematian dan cedera beberapa aktivis dan warga sipil Turkiye.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Insiden tersebut menyebabkan krisis diplomatik antara Turkiye dan Israel, yang diselesaikan beberapa tahun kemudian dengan permintaan maaf Israel dan kompensasi kepada keluarga korban. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic