Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelombang Panas Picu Kebakaran di Oasis Afous, Maroko

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 12 Juli 2026 - 10:44 WIB

Ahad, 12 Juli 2026 - 10:44 WIB

20 Views ㅤ

Kebakaran Maroko (foto: IG)

Rabat, MINA – Kebakaran hebat melanda kawasan Oasis Afous di Provinsi Errachidia, Maroko tenggara, ketika negara itu tengah dilanda gelombang panas ekstrem.

Kobaran api menghanguskan ratusan pohon kurma dan vegetasi di kawasan oasis yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat, sementara tim pemadam kebakaran terus berupaya mengendalikan api.

Otoritas setempat mengerahkan petugas pemadam, aparat keamanan, dan relawan untuk mencegah api meluas ke permukiman warga. Al-Jazeera melaporkan, aHAD (12/7).

Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun kerusakan pada lahan pertanian dan ekosistem oasis diperkirakan cukup signifikan sehingga proses pendataan masih berlangsung.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Kebakaran terjadi di tengah suhu udara yang melonjak jauh di atas rata-rata musiman. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Maroko mengalami temperatur mendekati 48 derajat Celsius, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai provinsi.

Sebelumnya, Badan Nasional Air dan Kehutanan Maroko (ANEF) telah mengeluarkan peringatan risiko kebakaran hutan di puluhan provinsi.

Pemerintah juga menetapkan status siaga tinggi dan mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api, terutama di kawasan hutan dan lahan kering.

Oasis Afous dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil kurma penting di wilayah tenggara Maroko.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Kebakaran yang melanda kawasan tersebut dikhawatirkan tidak hanya mengancam mata pencaharian petani, tetapi juga berdampak terhadap keseimbangan lingkungan di daerah yang selama ini menjadi penyangga kehidupan di kawasan gurun.

Fenomena gelombang panas yang semakin sering terjadi di Afrika Utara menjadi perhatian para ilmuwan iklim.

Mereka menilai perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem, termasuk kekeringan dan kebakaran hutan, sehingga negara-negara di kawasan Mediterania didorong memperkuat sistem peringatan dini serta mitigasi bencana untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat dan lingkungan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Info MINA
Internasional
Info MINA
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia