Gaza, MINA – Gerakan pejuang Palestina Hamas dijadwalkan menggelar pemilihan ketua biro politik yang baru pada pekan depan sebagai bagian dari proses reorganisasi kepemimpinan gerakan tersebut.
Pemilihan ini dinilai menjadi langkah penting dalam menentukan arah politik Hamas di tengah perang yang masih berlangsung di Jalur Gaza dan meningkatnya tekanan dari Israel.
Menurut sejumlah sumber yang mengetahui proses internal Hamas, mekanisme pemilihan akan melibatkan Majelis Syura, lembaga tertinggi organisasi yang berwenang memilih ketua biro politik. Wafa melaprokan, Sabtu (18/7).
Sejumlah nama disebut-sebut berpeluang memimpin Hamas, di antaranya Khaled Meshaal, Khalil Al-Hayya, Zaher Jabarin, dan Muhammad Ismail Darwish, meski hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai daftar calon.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Pemilihan tersebut dilakukan setelah posisi ketua biro politik diisi secara kolektif oleh komite sementara menyusul gugurnya sejumlah pemimpin Hamas dalam serangan Israel. Kepemimpinan baru diharapkan mampu mengonsolidasikan organisasi sekaligus mengarahkan strategi politik dan diplomasi Hamas pada fase berikutnya.
Di tengah proses suksesi itu, Hamas juga tengah melakukan sejumlah perubahan internal, termasuk membubarkan badan pemerintahannya di Jalur Gaza dan menyerahkan pengelolaan administrasi sipil kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG).
Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari penyesuaian terhadap perkembangan politik dan upaya mendukung pengelolaan sipil di wilayah Gaza.
Pemilihan ketua biro politik berlangsung ketika perundingan mengenai gencatan senjata dan pertukaran tawanan masih terus diupayakan melalui mediasi Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Kepemimpinan baru Hamas diperkirakan akan berperan penting dalam menentukan sikap organisasi terhadap berbagai inisiatif diplomatik yang berkembang.
Hamas merupakan salah satu faksi utama Palestina yang memiliki struktur kepemimpinan politik dan militer terpisah.
Ketua biro politik bertugas memimpin arah kebijakan organisasi, hubungan luar negeri, serta proses pengambilan keputusan strategis, sementara operasi militer berada di bawah komando sayap bersenjata Brigade Al-Qassam. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic