Gaza, MINA – Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan, Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) gagal menekan Israel untuk mematuhi kesepakatan yang ada menyusul serangan udara Israel terhadap fasilitas polisi di Kota Gaza.
Dalam pernyataannya, Qassem menggambarkan serangan itu sebagai pembantaian berbahaya dan brutal serta mengatakan serangan itu menunjukkan pengabaian terhadap upaya mempertahankan gencatan senjata.
Sumber Palestina mengatakan pesawat Israel menyerang markas polisi di Kota Gaza, menewaskan sembilan orang dan melukai sekitar 15 lainnya, beberapa di antaranya kritis.
Qassem berpendapat bahwa Dewan Perdamaian bertanggung jawab atas kegagalannya menggunakan pengaruh untuk memastikan implementasi kesepakatan yang dicapai antara kedua belah pihak.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Ia mengatakan perkembangan terbaru merupakan ujian bagi kemampuan Dewan untuk secara efektif mengawasi upaya mediasi.
Qassem juga mengkritik pernyataan terbaru pejabat Dewan Perdamaian, mengklaim bahwa pernyataan tersebut tidak konsisten dengan pengaturan yang disepakati sebelumnya dan dapat mendorong kejahatan militer Israel lebih lanjut di Gaza.
Hamas menekankan, mereka yang tewas dalam serangan itu adalah anggota kepolisian sipil Gaza.
Serangan ini terjadi meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, serangan Israel telah menewaskan setidaknya 1.260 orang dan melukai 4.154 lainnya.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic