Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya 27 % Setuju, Mayoritas Warga AS Tolak Aksi Militer ke Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 2 Maret 2026 - 06:59 WIB

Senin, 2 Maret 2026 - 06:59 WIB

30 Views ㅤ

Warga AS tak setuju perang lawan Iran (foto: X)

Washington, D.C, MINA  – Sebuah jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh lembaga internasional menunjukkan dukungan publik Amerika Serikat terhadap serangan militer ke Iran sangat rendah. Hanya sekitar 27 % warga Amerika yang menyatakan setuju dengan operasi militer tersebut, sementara mayoritas menentang atau tetap ragu atas keterlibatan militer negaranya dalam konflik yang kini memanas di Timur Tengah.

Hasil survei yang dilakukan oleh Reuters/Ipsos selama eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran ini juga menunjukkan bahwa 43 % responden secara tegas tidak menyetujui penggunaan kekuatan militer, dan 29 % lainnya mengaku belum yakin atau tidak memiliki pendapat kuat terkait kebijakan tersebut.

Survei ini mencerminkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat AS atas dampak konflik yang semakin luas. The Insider melaporkan.

Data jajak pendapat ini juga menyingkap adanya pembagian pandangan di antara partai-partai politik di AS. Mayoritas Demokrat dan independen jelas menolak langkah militer, sementara dukungan cenderung lebih tinggi di antara pemilih Republik, meski tidak mencapai mayoritas nasional.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Tingginya kekhawatiran warga terhadap dampak konflik terhadap kebijakan domestik ikut memengaruhi sikap publik tersebut.

Kekhawatiran atas penggunaan militer juga mencuat menyusul laporan adanya korban di pihak AS sendiri. Pentagon mengonfirmasi bahwa sedikitnya tiga anggota militer AS tewas dan beberapa lainnya mengalami luka serius dalam operasi yang diluncurkan sebagai bagian dari kampanye militer di Iran.

Angka ini semakin memperuncing perdebatan di dalam negeri tentang efektivitas dan biaya dari keputusan politik tersebut.

Di tengah respons publik yang beragam, kritik terhadap sikap pemerintahan AS juga menguat. Sejumlah senator dan tokoh politik menyuarakan kekhawatiran atas dampak jangka panjang dari konfrontasi bersenjata ini, termasuk konsekuensi bagi stabilitas global dan prioritas anggaran domestik negara.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mereka menilai diperlukan pendekatan diplomatik yang lebih kuat daripada melanjutkan serangan militer yang memicu kontroversi publik.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kampanye militer akan terus berlanjut sampai tujuan strategis tercapai, meskipun dukungan publik tidak berpihak penuh.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan politik di Washington, termasuk dari anggota parlemen dari partai yang sama, yang mendesak pertimbangan ulang kebijakan luar negeri tersebut.

Survei ini dirilis di tengah eskalasi ketegangan antara AS dan Iran, yang dipicu oleh serangkaian serangan militer bersama dengan Israel terhadap fasilitas-fasilitas penting di Iran.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Konflik ini telah memicu gelombang balasan dari Tehran, menimbulkan kekhawatiran internasional akan perluasan perang di wilayah Timur Tengah dan dampaknya terhadap stabilitas global serta harga energi dunia. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun

Rekomendasi untuk Anda

Kolom
Dunia Islam
Internasional
Timur Tengah
Internasional