Washington, D.C, MINA – Sebuah jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh lembaga internasional menunjukkan dukungan publik Amerika Serikat terhadap serangan militer ke Iran sangat rendah. Hanya sekitar 27 % warga Amerika yang menyatakan setuju dengan operasi militer tersebut, sementara mayoritas menentang atau tetap ragu atas keterlibatan militer negaranya dalam konflik yang kini memanas di Timur Tengah.
Hasil survei yang dilakukan oleh Reuters/Ipsos selama eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran ini juga menunjukkan bahwa 43 % responden secara tegas tidak menyetujui penggunaan kekuatan militer, dan 29 % lainnya mengaku belum yakin atau tidak memiliki pendapat kuat terkait kebijakan tersebut.
Survei ini mencerminkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat AS atas dampak konflik yang semakin luas. The Insider melaporkan.
Data jajak pendapat ini juga menyingkap adanya pembagian pandangan di antara partai-partai politik di AS. Mayoritas Demokrat dan independen jelas menolak langkah militer, sementara dukungan cenderung lebih tinggi di antara pemilih Republik, meski tidak mencapai mayoritas nasional.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Tingginya kekhawatiran warga terhadap dampak konflik terhadap kebijakan domestik ikut memengaruhi sikap publik tersebut.
Kekhawatiran atas penggunaan militer juga mencuat menyusul laporan adanya korban di pihak AS sendiri. Pentagon mengonfirmasi bahwa sedikitnya tiga anggota militer AS tewas dan beberapa lainnya mengalami luka serius dalam operasi yang diluncurkan sebagai bagian dari kampanye militer di Iran.
Angka ini semakin memperuncing perdebatan di dalam negeri tentang efektivitas dan biaya dari keputusan politik tersebut.
Di tengah respons publik yang beragam, kritik terhadap sikap pemerintahan AS juga menguat. Sejumlah senator dan tokoh politik menyuarakan kekhawatiran atas dampak jangka panjang dari konfrontasi bersenjata ini, termasuk konsekuensi bagi stabilitas global dan prioritas anggaran domestik negara.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Mereka menilai diperlukan pendekatan diplomatik yang lebih kuat daripada melanjutkan serangan militer yang memicu kontroversi publik.
Sementara itu, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kampanye militer akan terus berlanjut sampai tujuan strategis tercapai, meskipun dukungan publik tidak berpihak penuh.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan politik di Washington, termasuk dari anggota parlemen dari partai yang sama, yang mendesak pertimbangan ulang kebijakan luar negeri tersebut.
Survei ini dirilis di tengah eskalasi ketegangan antara AS dan Iran, yang dipicu oleh serangkaian serangan militer bersama dengan Israel terhadap fasilitas-fasilitas penting di Iran.
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
Konflik ini telah memicu gelombang balasan dari Tehran, menimbulkan kekhawatiran internasional akan perluasan perang di wilayah Timur Tengah dan dampaknya terhadap stabilitas global serta harga energi dunia. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin
















Mina Indonesia
Mina Arabic