New York, MINA – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% mencapai angka $90,32 pada Senin (31/8) dinihari menyusul serangan Amerika Serikat ke Pulau Larak, Selat Hormuz, Iran.
Ketegangan geopolitik langsung memicu kepanikan di pasar energi. Pada perdagangan hari Senin: Brent Crude naik $2,22 (2,52%) menjadi $90,32 per barel. Sementara di West Texas Intermediate (WTI) AS naik $2,01 (2,41%) menjadi $85,41 per barel.
Ini adalah level tertinggi sejak awal Agustus, dan analis memperkirakan harga masih akan berfluktuatif jika ketegangan terus berlanjut. Global Banking Finance melaporkan.
Konflik terbaru di kawasan strategis memicu kekhawatiran pasokan energi global dan mengerek harga minyak mentah ke level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Pasukan AS menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak pada Ahad (30/8). Serangan ini merupakan aksi militer AS pertama yang diketahui terhadap Iran sejak akhir Juli lalu.
Pihak AS menyebut serangan itu sebagai langkah preventif untuk menggagalkan ancaman ranjau dan roket di Selat Hormuz, jalur perairan yang menjadi arteri vital perdagangan minyak dunia.
Iran melalui Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengecam keras serangan tersebut dan mengancam akan membalasnya. IRGC menyebut serangan itu sebagai “kesalahan strategis dan fatal” yang akan berujung pada konsekuensi besar bagi AS, baik di bidang ekonomi maupun militer. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
















Mina Indonesia
Mina Arabic