Washington, MINA – Ketegangan mulai muncul dalam hubungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah perang terhadap Iran dinilai gagal mencapai target strategis yang sebelumnya dijanjikan Tel Aviv kepada Washington.
Kedua pemimpin kini saling menyalahkan atas dampak politik dan militer dari konflik yang memicu krisis regional serta guncangan ekonomi global. Al-Mayadeen melaporkan, Ahad (10/5)
Menurut laporan tersebut, Netanyahu sebelumnya meyakinkan Trump bahwa serangan militer terhadap Iran dapat melemahkan bahkan menjatuhkan pemerintahan Teheran dalam waktu singkat.
Israel juga disebut memberikan laporan intelijen yang menggambarkan Iran berada dalam kondisi rapuh dan rentan terhadap tekanan militer gabungan AS-Israel. Namun kenyataannya, Iran mampu bertahan dan melancarkan serangan balasan yang memperpanjang konflik di kawasan.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Trump mulai kecewa terhadap Netanyahu setelah sejumlah target perang gagal tercapai, termasuk upaya menciptakan perubahan rezim di Iran. Presiden AS itu bahkan dikabarkan membatasi beberapa operasi militer Israel di kawasan dan menunjukkan ketidaksenangan terhadap langkah Tel Aviv yang dinilai memperbesar risiko eskalasi regional.
Retaknya hubungan kedua sekutu tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan politik domestik yang dihadapi Trump dan Netanyahu. Trump menghadapi kritik di dalam negeri akibat dampak ekonomi perang, termasuk lonjakan harga energi dan gangguan jalur perdagangan global di Selat Hormuz.
Sementara Netanyahu menghadapi tekanan politik di Israel setelah perang Iran dianggap tidak menghasilkan kemenangan strategis yang jelas bagi Tel Aviv.
Dalam beberapa bulan terakhir, konflik Iran-Israel memang berkembang menjadi salah satu krisis terbesar di Timur Tengah.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran memicu ketegangan luas di kawasan, termasuk ancaman terhadap jalur pelayaran internasional, meningkatnya serangan kelompok bersenjata regional, dan kekhawatiran pecahnya perang yang lebih besar.
Memburuknya hubungan Trump dan Netanyahu dapat memengaruhi arah kebijakan Amerika Serikat terhadap Israel dan Timur Tengah ke depan.
Meski hubungan strategis kedua negara diperkirakan tetap kuat, kegagalan perang Iran disebut telah membuka perbedaan kepentingan dan perhitungan politik antara Washington dan Tel Aviv yang selama ini berusaha ditutupi di depan publik. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic