Jakarta, MINA – Imaam Yakhsyallah Mansur mengatakan pembebasan Masjidil Aqsa dan Palestina perlu dilandasi dengan pengetahuan yang memadai.
“Perlu kesungguhan lebih untuk terus menambah pengetahuan tentang Al-Aqsa, tempat suci yang akan kita bebaskan,” ujarnya pada Peluncuran Buku “Jihad Ma’rifi dalam Pembebasan Masjid Al-Aqsa & Palestina” yang digelar di Auditorium HB Jassin, Perpustakaan DKI Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu (14/1).
Menurutnya, tanpa pemahaman terhadap Masjidil Aqsa, Baitul Maqdis dan Palestina, perjuangan hanya akan bersifat reaktif dan emosional, bukan gerakan yang kokoh dan terarah.
Ia berharap melalui Buku tersebut dapat menjadi bagian dari upaya jihad ma’rifi, menyebarkan pengetahuan agar kesadaran umat tentang Masidil Aqsa semakin tumbuh dan mengakar.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Dalam tanggapannya, Yogi Theo Rinaldi, Pendiri Lubukata, mengatakan Jihad Ma’rifi mengenalkan kembalipengetahuan kita tentang Al-Aqsa dan Baitul Maqdis berdasarkan manhaj Nabawi sejak awal dakwah Islam di Makkah.
Ia mengatakan jihad ma’rifi tentang Al-Aqsa menjadi penting agar muncul generasi yang ia gambarkan seperti Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi.
“Panglima Shalahuddin adalah representasi generasi keseluruhan umat Islam pada masa itu. Ini menggambarkan bahwa umat Islam kala itu sudah banyak yang mengetahui tyentang Al-Aqsa, diperkuat dengan berbagai buku yang ada,” lanjutnya.
Ia menambahkan, jihad pembebasan Al-Aqsa pada era Shalahuddin adalah rangkaian jangka panjang dari pengaruh ulama sebelumnya, yakni Imam Al-Ghazali.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
“Bagaimana Madrasah-Madrasah Al-Ghazali atau yang berafiliasi dengannya, serta para alumninya terus mengembangkan pengetahuan tentang perjuangan Al-Aqsha,” imbuhnya.
Ia juga merekomendasikan tindak lanjut dari buku Jihad Ma’rifi berupa riset atau buku yang membahas sisi lain yang belum dibahas pada buku tersebut.
Peluncuran buku tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-13 MINA. Acara tersebut menjadi momentum reflektif sekaligus edukatif atas perjalanan 13 tahun MINA di dunia jurnalistik yang konsisten mengusung nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, serta keberpihakan terhadap isu-isu strategis umat, khususnya Palestina. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic