Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Infeksi Kulit di Gaza Melonjak 3 Kali Lipat di Tengah Krisis

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 23 April 2026 - 10:19 WIB

Kamis, 23 April 2026 - 10:19 WIB

12 Views

Netanyahu: Otoritas Palestina Tidak Akan Terlibat dalam Pemerintahan Gaza
tenda pemukim di gaza (foto : x)

Gaza, MINA – Juru bicara PBB Stephane Dujarric memperingatkan tentang lonjakan drastis infeksi kulit dan penyakit di antara para pengungsi di seluruh Jalur Gaza, karena tim kemanusiaan berjuang untuk menyediakan tempat penampungan yang memadai dengan sumber daya sangat terbatas.

“Tim di lapangan mengatakan bahwa hama dan infeksi kulit di kalangan masyarakat di Gaza masih meningkat,” kata Stephane Dujarric, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (23/4).

“Pada bulan Maret, infeksi semacam itu meningkat lebih dari tiga kali lipat di lokasi-lokasi pengungsian yang dikelola PBB sendiri,” tambahnya.

Dujarric mengatakan krisis ini mempengaruhi hampir 10.000 orang dibandingkan dengan sekitar 3.000 orang pada Januari,” menurut angka dari badan PBB untuk pengungsi Palestina di Gaza.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Ia mendesak akses yang lebih besar untuk masuknya sampo anti-kutu, losion, perlengkapan kebersihan, pestisida, dan insektisida, untuk mencegah darurat kesehatan masyarakat yang lebih parah dan mencegah kerugian lebih lanjut bagi warga sipil.

Mengenai tempat penampungan, ia mengatakan mitra kemanusiaan telah menggunakan kembali palet kayu yang digunakan untuk mengangkut pasokan ke Gaza untuk membangun unit tempat penampungan darurat bagi keluarga yang mengungsi.

“Pada awal minggu ini, 20 tempat penampungan semacam ini telah didirikan di seluruh wilayah Gaza dan Gaza Utara, memberikan tingkat privasi dan martabat tertentu bagi keluarga,” tambahnya.

Dujarric melaporkan, pada Maret, mitra PBB membawa masuk ribuan perlengkapan tempat penampungan, termasuk puluhan ribu perlengkapan alas tidur, terpal, dan tenda, yang menjangkau lebih dari 45.000 keluarga.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Ia menekankan, solusi tempat penampungan yang lebih kokoh dan tahan lama sangat dibutuhkan.

Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan pada 14 April bahwa Israel telah melakukan 2.400 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani Oktober lalu, termasuk pembunuhan, penangkapan, tindakan blokade dan kelaparan.

Pelanggaran yang sedang berlangsung telah menewaskan 784 warga Palestina dan melukai 2.214 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Kesepakatan itu dicapai setelah dua tahun perang genosida yang diluncurkan Israel pada 8 Oktober 2023, dengan dukungan AS. Perang tersebut sejak itu terus berlanjut dalam berbagai bentuk, menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, melukai lebih dari 172.000 orang, dan menyebabkan kehancuran luas yang mempengaruhi 90 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut.[]

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda