London, MINA – Lembaga HAM Amnesty International secara resmi mengeluarkan pernyataan menuduh Hamas dan beberapa kelompok bersenjata Palestina melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan massal dan perlakuan kejam terhadap warga sipil serta sandera, dalam serangan mereka pada 7 Oktober 2023.
Dalam laman resminya, organisasi HAM itu menyatakan bahwa temuan investigasi menunjukkan adanya pola serangan luas dan sistematis terhadap penduduk sipil, termasuk penggunaan kekerasan yang melanggar hukum internasional, pembunuhan tanpa pandang bulu, serta perlakuan buruk terhadap sandera yang diambil dari berbagai titik serangan.
Laporan yang dirilis pada Kamis (11/12) tersebut mengacu pada bukti wawancara dengan puluhan saksi, termasuk korban yang selamat, keluarga mereka, ahli forensik, profesional medis, serta review ratusan foto dan video yang menggambarkan kejadian tragis selama serangan itu. Al-Monitor melaporkan.
Amnesty International memaparkan bahwa setidaknya lebih dari 1.200 orang tewas dalam serangan awal, sebagian besar warga sipil, dan ratusan lainnya menjadi sandera, dengan sebagian yang ditahan mengalami pelecehan keras serta perlakuan yang melanggar standar hukum kemanusiaan internasional.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pernyataan lembaga itu bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh para relawan kemanusiaan bahwa sebenarnya tentara Israel lah yang melakukan kejahatan kemanusiaan. Bahkan beberapa militer Israel membocorkan data bahwa dalam serangan awal 7 Oktober 2023 lalu, sebenarnya yang membunuh warga sipil adalah tentara Israel sendiri.
Para pejuang Palestina, termasuk Hamas justru memperlakukan sandera dengan baik. Hal itu terbukti dari pengakuan beberapa sandera sendiri. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
















Mina Indonesia
Mina Arabic