Teheran, MINA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan pangkalan udara Al-Azraq yang digunakan militer Amerika Serikat di Yordania melalui serangan 10 rudal balistik.
Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari gelombang kedua operasi balasan Iran atas aksi militer Amerika Serikat terhadap wilayahnya. Farsnews melaporkan, Jumat (10/7).
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut serangan menyasar pusat komando dan kendali militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat serta fasilitas udara Al-Azraq pada Kamis (9/7) sekitar pukul 14.20 waktu setempat.
Menurut IRGC, operasi itu merupakan respons langsung terhadap serangan Amerika yang sebelumnya menargetkan wilayah Iran dan menimbulkan korban sipil. Teheran juga memperingatkan bahwa aksi militer lanjutan akan dilakukan apabila Washington kembali melancarkan agresi.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Pangkalan Udara Al-Azraq merupakan salah satu fasilitas strategis yang digunakan pasukan Amerika Serikat di Yordania untuk mendukung operasi militer di kawasan Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun otoritas Yordania yang mengonfirmasi klaim Iran mengenai tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Serangan ke Al-Azraq terjadi setelah Iran lebih dahulu meluncurkan operasi terhadap sejumlah instalasi militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait sebagai bagian dari rangkaian aksi balasan yang terus berkembang dalam konflik Iran-AS.
Eskalasi tersebut memperlihatkan meluasnya area konfrontasi di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya konflik regional yang lebih besar.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus meningkat menyusul saling serang terhadap berbagai fasilitas militer dan infrastruktur strategis.
Sejumlah negara di kawasan telah meningkatkan kesiagaan keamanan, sementara komunitas internasional kembali menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.
Klaim terbaru IRGC menunjukkan bahwa Iran masih mempertahankan kemampuan untuk menyerang aset-aset militer Amerika Serikat di luar wilayahnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic