Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Klaim Kondisi Ekonomi Dalam Negeri Stabil, Pasar Tetap Ramai

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 3 April 2026 - 03:57 WIB

Jumat, 3 April 2026 - 03:57 WIB

26 Views ㅤ

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: president.ir)

Teheran, MINA — PPemerintah Iran  mengklaim, dinamika kehidupan sehari-hari yang relatif normal di tengah eskalasi agresi militer oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel selama bulan pertama konflik. Meski tekanan serangan udara masih membayangi, aktivitas ekonomi di pusat-pusat keramaian berjalan ramai tanpa kepanikan berarti.

Laporan langsung dari Pasar Tajrish, salah satu pasar tradisional terbesar di Teheran, menggambarkan bahwa warga tetap memenuhi area perdagangan untuk berbelanja kebutuhan pokok seperti biasanya.

Pedagang dan pembeli terlihat bergerak intens menjaga ritme transaksi, seiring ketersediaan barang yang tetap mencukupi dan harga kebutuhan pokok yang relatif stabil di tengah situasi geopolitik yang tegang. Farsnews melaporkan, Kamis (2/4).

Aktivitas ini menjadi cerminan daya beli masyarakat yang tetap bertahan meski pemerintah menghadapi tekanan luar negeri dan serangan udara meningkat.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Pemandangan malam kota Teheran dari titik ketinggian sekitar 1.800 meter juga terlihat hidup, dengan lampu-lampu kota menyala terang dan arus lalu lintas yang lancar, menepis klaim media internasional yang menyebut kota ini lumpuh total akibat serangan.

Pengamat ekonomi regional menilai fenomena ini tidak terlepas dari ketahanan komunitas lokal dan adaptasi bisnis terhadap tekanan eksternal.

Sementara itu, dampak konflik terhadap ekonomi global terasa lebih nyata pada pasar komoditas, khususnya energi dan bahan baku, yang mengalami volatilitas akibat kekhawatiran pasokan dari kawasan Teluk Persia yang strategis.

Di sisi politik, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa negaranya bukan pihak yang memulai konflik, tetapi kerap kali berada dalam posisi bertahan menghadapi apa yang disebutnya “agresi” dan narasi politik yang menargetkan Teheran.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Meski ekonomi mikro di pusat perdagangan seperti Teheran masih terlihat terkendali, risiko lebih luas tetap ada. Misalnya, pasar saham Indonesia (IHSG) mencatat penurunan signifikan hampir 17% akibat sentimen geopolitik global yang memanas, menunjukkan bagaimana konflik di Timur Tengah berimbas pada tekanan pasar keuangan di luar kawasan konflik. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional