Teheran, MINA – Iran memperingatkan akan adanya konsekuensi serius apabila Israel melanjutkan atau memperluas serangan militernya ke ibu kota Lebanon, Beirut.
Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah militer Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hezbollah.
Menurut laporan Press TV, Teheran menegaskan bahwa setiap serangan besar terhadap Beirut dapat memicu respons yang lebih luas di kawasan.
Iran, yang selama ini menjadi sekutu utama Hezbollah menilai tindakan Israel berpotensi menghancurkan upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan konflik regional.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Ancaman tersebut muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap sejumlah target di pinggiran selatan Beirut.
Pemerintah Israel menyatakan operasi militer dilakukan sebagai respons terhadap serangan roket dan drone yang diluncurkan dari Lebanon menuju wilayah Israel utara.
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa keamanan Lebanon merupakan bagian dari stabilitas kawasan yang tidak bisa diabaikan.
Sejumlah pejabat Iran bahkan mengaitkan serangan Israel di Lebanon dengan keputusan Teheran untuk menangguhkan komunikasi diplomatik tidak langsung dengan Amerika Serikat yang sebelumnya dimediasi oleh pihak ketiga.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Eskalasi terbaru ini terjadi ketika situasi di perbatasan Israel-Lebanon kembali memanas meskipun sebelumnya sempat tercapai gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Namun, serangkaian serangan udara Israel dan aksi balasan dari Hizbullah membuat kesepakatan tersebut semakin rapuh. Ribuan warga Lebanon dilaporkan mengungsi dari wilayah selatan dan pinggiran Beirut akibat meningkatnya intensitas serangan.
Jika Israel melancarkan operasi yang lebih besar ke Beirut, konflik tidak hanya berisiko melibatkan Hezbollah dan Lebanon, tetapi juga dapat memperumit hubungan Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang saat ini berada dalam situasi sangat sensitif. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic