Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Akui Kemampuan Perangnya, Operasi Diperkirakan Hanya Bertahan3 Pekan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 16 Maret 2026 - 21:27 WIB

Senin, 16 Maret 2026 - 21:27 WIB

13 Views ㅤ

Ilustrasi tentara Israel VS Iran

Tel Aviv, MINA – Sejumlah pejabat militer Israel mengakui bahwa operasi militer terhadap Iran kemungkinan hanya dapat dipertahankan dalam waktu terbatas, dengan perencanaan saat ini memperkirakan operasi besar berlangsung sekitar tiga pekan ke depan.

Juru bicara militer Israel Brigjen Effie Defrin menyatakan pasukan Israel masih memiliki ribuan target militer di Iran yang akan diserang dalam beberapa pekan mendatang.

Ia mengatakan militer telah menyiapkan rencana operasi lanjutan yang diperkirakan berlangsung setidaknya tiga minggu, seiring berlanjutnya serangan udara terhadap berbagai fasilitas strategis Iran. Media Israel KAN melaporkan.

Menurut laporan media internasional, Israel menilai kampanye militernya masih jauh dari selesai karena masih terdapat banyak sasaran militer di berbagai wilayah Iran, termasuk pusat komando, infrastruktur militer, serta fasilitas yang diduga terkait program persenjataan.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Operasi ini merupakan bagian dari ofensif yang dimulai pada akhir Februari 2026 dalam operasi militer yang dinamai “Lion’s Roar”.

Namun sejumlah sumber keamanan Israel juga mengakui bahwa perkembangan perang tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan harapan awal. Evaluasi internal bahkan disebut sedang dilakukan karena laju operasi dinilai melambat dibandingkan rencana awal ketika serangan pertama kali diluncurkan.

Konflik Iran–Israel yang pecah sejak akhir Februari telah memicu eskalasi luas di kawasan Timur Tengah. Iran dilaporkan membalas dengan ratusan rudal balistik dan ribuan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.

Perang tersebut juga memicu dampak global, termasuk terganggunya jalur pelayaran energi di Selat Hormuz serta lonjakan harga minyak dunia.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Ketegangan regional semakin meningkat karena sejumlah negara Barat dan sekutu Amerika Serikat masih mempertimbangkan sejauh mana keterlibatan mereka dalam konflik yang terus berkembang tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam